Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Di Balik Kesepakatan Tarif Indonesia-AS, Perpanjangan Operasional Freeport hingga 2061

Total 11 MoU diteken, meliputi pembelian energi, pertanian, dan sektor teknologi senilai Rp 38,4 miliar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Di Balik Kesepakatan Tarif Indonesia-AS, Perpanjangan Operasional Freeport hingga 2061
HO/IST
TARIF DAGANG TRUMP - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi menyepakati kerja sama perdagangan melalui penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) bertajuk “Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance”. 
Ringkasan Berita:
  • Indonesia dan AS menandatangani Agreement on Reciprocal Tariff di Washington DC, membuka tarif nol persen untuk 1.819 pos produk RI.
  • Kerja sama mencakup pengembangan mineral kritis dan perpanjangan operasi PT Freeport Indonesia hingga 2061.
  • Total 11 MoU diteken, meliputi pembelian energi, pertanian, dan sektor teknologi senilai Rp 38,4 miliar.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi menandatangani Agreement on Reciprocal Tariff (ART) di Washington DC, Amerika Serikat pada Kamis (19/2/2026) waktu setempat.

Kesepakatan ini membuka akses tarif nol persen bagi 1.819 pos tarif produk Indonesia ke pasar AS, mulai dari komoditas pertanian hingga produk industri.

Yang menarik, kerja sama itu juga menyentuh sektor mineral kritis, yang saat ini menjadi rebutan global seiring transisi energi dan pengembangan industri berbasis baterai.

Baca juga: Catatan Ketimpangan Perjanjian Dagang RI-AS: Babak Belur, Kehilangan Marwah dan Independensi

Terdapat paket kerja sama strategis lain yang tak kalah penting, termasuk pengembangan mineral kritis dan perpanjangan operasi Freeport hingga 2061.

"Di samping itu juga ada pengembangan critical mineral, dalam hal ini adalah perpanjangan daripada freeport Memoran dari 2041 sampai 2061," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers dari Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026).

Perpanjangan tersebut merujuk pada operasi tambang yang dikelola PT Freeport Indonesia, anak usaha dari Freeport-McMoRan.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya, kontrak operasi Freeport di Indonesia diketahui berlaku hingga 2041.

Dari kerjasama kedua negara, Airlangga menyebut MoU mencakup pembelian energi dan produk pertanian dari AS, serta kerja sama di sektor teknologi.

Nilai keseluruhan kesepakatan disebut mencapai Rp 38,4 miliar, dengan setidaknya ada 11 fokus kerjasama yang ditandatangani.

"Kemarin telah ditandatangani 11 Memorandum of Understanding, baik itu dari segi perdagangan yang merupakan turunan daripada agreement reciprocal trade, untuk pembelian energi, pembelian agriculture. Itu nilainya sebesar Rp 38,4 miliar juga ada sektor teknologi," ucap Airlangga.
 

 

 
 
 

 
 
 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas