Bulog: RI Ekspor 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi, Nilainya Rp 150 Miliar
Pengiriman dilakukan bertahap dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Jeddah, distribusi ditangani importir setempat.
Penulis:
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- Perum Bulog mengekspor 2.280 ton beras ke Arab Saudi senilai sekitar Rp150 miliar untuk kebutuhan jemaah haji RI.
- Pengiriman dilakukan bertahap dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Jeddah, distribusi ditangani importir setempat.
- Bulog membidik ekspansi ke ritel besar seperti Bin Dawood dan LuLu Hypermarket pascamusim haji.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan nilai ekspor 2.280 ton beras Indonesia ke Arab Saudi mencapai sekitar Rp 150 miliar.
Beras tersebut akan digunakan sebagai bahan pangan bagi jemaah haji Indonesia.
Pengiriman tahap pertama dijadwalkan pada 28 Februari, kemudian dilanjutkan gelombang kedua pada 4 Maret 2026.
Baca juga: Bulog Jajaki Ekspor Beras Premium ke Arab Saudi untuk Pasokan Jemaah Haji
"Angkanya sekitar 150 miliar rupiah. Ini juga ekspor perdana," kata Rizal kepada wartawan di Jakarta, dikutip Selasa (24/2/2026).
Dalam kerja sama ini, Bulog menggandeng importir dari Arab Saudi. Peran Bulog hanya sampai proses pengiriman dari Pelabuhan Tanjung Priok.
Setibanya di Pelabuhan Jeddah, distribusi dan pengelolaan beras sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak importir yang jumlahnya ada dua.
Rizal pun mengungkap rencana memperluas pasar ekspor beras asal Indonesia di Arab Saudi tidak hanya untuk kebutuhan jemaah haji RI.
Ia telah menjajaki peluang agar beras Indonesia bisa dipasarkan di ritel modern di negara tersebut.
Menurut Rizal, Bulog telah mengunjungi Arab Saudi dan bertemu sejumlah importir dan pelaku usaha, termasuk perusahaan ritel besar Bin Dawood dan Lulu.
"Di sana namanya Bin Dawood dengan Lulu yang besar di sana. Ini sudah konfirmasi dan akan menyerap beras kita dalam waktu dekat setelah kegiatan musim haji," ujar Rizal.
Kunjungan Bulog ke Jeddah, Arab Saudi, terjadi sekitar dua pekan lalu pada pertengahan Februari 2026. Kala itu, BUMN yang bergerak di bidang pangan tersebut ikut di dalam ajang Business Matching yang digelar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah.
Rizal mengungkapkan bahwa antusiasme importir di Jeddah, Makkah, dan Madinah menjadi sinyal hijau bagi ekspor pangan nasional, terutama beras RI yang diekspor ke Arab Saudi dalam tajuk Beras Haji Nusantara.
"Respons yang kami terima sangat baik. Beras Haji Nusantara ini adalah kelas super premium, diproses dari gabah segar petani kita menggunakan mesin penggilingan modern," ujar Ahmad dalam keterangannya, Sabtu (14/2/2025).
Ia menjamin kualitas ekspor produk ini sangat terjaga, mulai dari kadar air yang presisi, tingkat pecahan (broken) yang rendah, hingga standar mutu laboratorium yang ketat.
"Adalah kebanggaan besar jika jemaah haji kita nantinya bisa menikmati nasi dari hasil bumi sendiri di tanah suci. Ini berkah bagi petani dan bangsa kita," tambahnya.
Baca tanpa iklan