BNBR Dapat Restu Pemegang Saham Gelar Rights Issue, Target Dana Rp6,5 Triliun
Saham BNBR pada perdagangan hari ini ditutup naik 32,92 persen atau 53 poin ke level Rp214 per saham.
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- BNBR) akan menerbitkan maksimal 90 miliar saham seri E lewat PMHMETD dengan target dana Rp4–6,5 triliun dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.
- CEO Anindya N. Bakrie menyebut dana digunakan untuk kewajiban kepada kreditur, modal kerja, serta pengembangan usaha termasuk akuisisi PT Cimanggis Cibitung Tollways.
- Rasio utang terhadap aset diproyeksi turun dari 84,28 persen ke 67,9%, dengan potensi dilusi maksimal 33,33?gi pemegang saham yang tak mengeksekusi haknya.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengantongi restu dari pemegang saham untuk melaksanakan penerbitan saham baru (rights issue) atau Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).
BNBR akan menerbitkan saham baru seri E sebanyak-banyaknya 90 miliar saham yang akan dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
Adapun target dana dari aksi korporasi tersebut antara Rp4 triliun sampai Rp 6,5 triliun.
Baca juga: IHSG Melemah 0,81 Persen ke 8.255 Pada Sesi Pertama Perdagangan Kamis 26 Februari 2026
Direktur Utama & CEO BNBR Anindya N. Bakrie mengatakan aksi korporasi ini dilakukan untuk mengoptimalkan struktur pendanaan.
“Perusahaan menilai perlu untuk melaksanakan rights issue dalam rangka optimalisasi struktur pendanaan terkait pengambilalihan PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT),” kata Anindya usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Seluruh dana hasil rights issue akan digunakan untuk pembayaran kewajiban dan/atau anak usaha kepada kreditur, serta untuk modal kerja dan pengembangan usaha, termasuk CCT.
“Perusahaan akan menggunakan seluruh dana yang diterimanya dari PMHMETD untuk pembayaran kewajiban dan/atau anak perusahaan kepada kreditur, serta untuk modal kerja dan pengembangan usaha perusahaan dan/atau anak perusahaan, termasuk CCT,” tambah Anindya.
Manajemen menilai aksi ini akan berdampak positif terhadap struktur keuangan perusahaan. Setelah PMHMETD, rasio total pinjaman terhadap total aset diproyeksikan turun dari 84,28% menjadi 67,9%.
Sementara itu, rasio total pinjaman terhadap ekuitas diperkirakan membaik dari 536,02% menjadi 211,57%.
“Selain itu, penurunan rasio ini memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi untuk ekspansi dan perolehan modal kerja dari tambahan pendanaan eksternal apabila diperlukan,” ujar Anindya.
Ia juga mengingatkan bahwa rights issue berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya. Persentase kepemilikan saham dapat terdilusi hingga maksimal 33,33% setelah pelaksanaan HMETD.
Tercatat, saham BNBR pada perdagangan hari ini ditutup naik 32,92 persen atau 53 poin ke level Rp214 per saham.
Sepanjang perdagangan saham BNBR bergerak di kisaran Rp173 sampai Rp 216 per saham.
Artikel ini telah tayang di Kontan dengan judul BNBR Kantongi Persetujuan Rights Issue untuk Akuisisi Cimanggis Cibitung Tollways
Baca tanpa iklan