Maraknya Herbal Impor Berlabel Asing, Pengusaha Solo Ajak Masyarakat Lebih Cermat Memilih
Pelaku usaha herbal menyoroti kemasan asing dan informasi produk impor yang dinilai perlu lebih transparan demi perlindungan konsumen.
Editor:
Content Writer
TRIBUNNEWS.COM - Peredaran produk herbal impor di pasar Indonesia menunjukkan peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah produk tersebut hadir dengan kemasan dan label berbahasa asing, yang dinilai dapat menyulitkan sebagian konsumen dalam memahami komposisi maupun informasi penggunaan.
Kondisi ini memunculkan diskusi di kalangan pelaku industri herbal dalam negeri terkait transparansi informasi produk dan literasi konsumen. Kejelasan kandungan, izin edar, serta standar keamanan menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi produk kesehatan berbasis herbal.
M.Habibur Rohman, Direktur CV Surakarta Herbal, perusahaan ritel herbal yang berbasis di Surakarta, menilai bahwa masyarakat perlu semakin cermat dalam memilih produk herbal, khususnya yang berasal dari luar negeri.
“Label dan informasi kandungan merupakan hal mendasar yang harus dipahami konsumen. Produk herbal yang beredar sebaiknya memiliki informasi yang jelas serta memenuhi standar keamanan yang berlaku di Indonesia,” ujarnya.
Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan biodiversitas yang tinggi, termasuk berbagai tanaman obat yang telah dimanfaatkan secara turun-temurun. Tradisi pengobatan herbal telah menjadi bagian dari budaya masyarakat selama berabad-abad dan terus berkembang melalui inovasi produk modern.
Baca juga: Raja Ranjang Ganas hingga Vitamin Gemuk, Ini Daftar Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia Berbahaya
Di sisi lain, pelaku usaha herbal lokal menghadapi tantangan persaingan, baik dari sisi pengemasan, distribusi, maupun persepsi konsumen terhadap produk impor.
Menurut Habibur, penguatan produk herbal dalam negeri dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong kemandirian industri kesehatan nasional.
Sejak mendirikan CV Surakarta Herbal pada 2020, Habibur menyebut pihaknya berupaya mengembangkan produk berbahan baku lokal dengan mengedepankan transparansi informasi serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa komposisi produk, memastikan adanya izin edar resmi, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila diperlukan sebelum mengonsumsi produk herbal tertentu.
Melalui peningkatan literasi konsumen dan dukungan terhadap produk dalam negeri, diharapkan industri herbal Indonesia dapat tumbuh lebih berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Baca tanpa iklan