Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

IHSG Mulai Tinggalkan Level 8.000, Hari Ini Berakhir Merosot ke Posisi 7.939

Transaksi perdagangan hari ini senilai Rp29,80 triliun dengan melibatkan 44,40 miliar saham.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in IHSG Mulai Tinggalkan Level 8.000, Hari Ini Berakhir Merosot ke Posisi 7.939
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
IHSG MELEMAH - Pengunjung melihat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 0,96 persen atau 77,06 poin ke level 7.939.77. 
Ringkasan Berita:
  • IHSG ditutup melemah 0,96 persen atau 77,06 poin ke level 7.939.77.
  • Indeks bergerak pada level 7.932,52 sampai 8.098,36.
  • Transaksi perdagangan hari ini senilai Rp29,80 triliun dengan melibatkan 44,40 miliar saham.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (3/3/2026) berakhir di zona merah, meninggalkan level 8.000.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 0,96 persen atau 77,06 poin ke level 7.939.77.

Sepanjang perdagangan, Indeks bergerak pada level 7.932,52 sampai 8.098,36.

Baca juga: Pagi Ini IHSG Bergerak di Zona Hijau Usai Terkoreksi 2 Persen, Transaksi Mencapai Rp6,29 Triliun

Sebanyak 362 saham menguat, 364 saham melemah, dan 231 saham stagnan.

Adapun transaksi perdagangan hari ini senilai Rp29,80 triliun dengan melibatkan 44,40 miliar saham.

Sebelumnya, Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan, pergerakan IHSG dibebani oleh berbagai sektor siklikal dan industrial. 

Rekomendasi Untuk Anda

“Ketegangan geopolitik Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz menjadi sentimen yang mempengaruhi tidak hanya IHSG namun secara global,” ujarnya.

Sedangkan, Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, pelemahan tersebut dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran yang memicu perang terbuka.

Situasi tersebut membuat investor global cenderung menghindari aset berisiko (risk-off) dan beralih ke instrumen safe haven. 

Kondisi diperparah dengan serangan balasan Iran, termasuk serangan drone yang menargetkan fasilitas kilang minyak Ras Tanura milik Aramco di Arab Saudi.

Eskalasi konflik ini mendorong kenaikan harga minyak mentah, yang meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi lonjakan inflasi global dan kemungkinan kebijakan suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

“Namun demikian, pelemahan IHSG relatif tertahan oleh penguatan saham-saham sektor energi dan tambang emas, yang diuntungkan oleh kenaikan harga komoditas,” ujarnya dikutip dari Kontan.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas