Amran: Ekspor Beras ke Arab Saudi Aman Meski Ada Konflik Iran-AS
Volume beras 2.280 ton yang diekspor mengacu pada permintaan Kementerian Haji dengan total jumlah jemaah haji tahun ini mencapai 215.000.
Penulis:
Rizki Sandi Saputra
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Proses eksportasi 2.280 ton beras oleh Bulog ke Arab Saudi untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia dinyatakan aman meski sedang terjadi konflik di Timur Tengah.
- Volume beras 2.280 ton yang diekspor mengacu pada permintaan dari Kementerian Haji dengan total jumlah jemaah haji tahun ini mencapai 215.000 orang.
- Beras yang diekspor merupakan kualitas premium dengan harga subsidi dari pemerintah per kilogram Rp16.000 dengan kadar air hanya 14 persen.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Proses eksportasi 2.280 ton beras oleh Bulog ke Arab Saudi untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia dinyatakan aman meski sedang terjadi konflik Amerika Serikat vs Iran di Timur Tengah.
Beras tersebut akan dikapalkan pada Sabtu (7/3/2026) lusa melalui jalur laut tujuan pelabuhan di Jeddah, Arab Saudi.
"(Tibanya) di Jeddah. Jeddah," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat pelepasan 2.280 ton beras di Kompleks Pergudangan Perum Bulog, Sunter, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Amran meyakini, beras yang dikirim akan tiba di Jeddah dengan aman dengan lama perjalanan sekitar 6 pekan. "Insyaallah aman. Aman sampai di Jeddah. Ya, kita masuk pada saat (pintu perdagangan) dibuka," katanya.
Direktur Utama PT Perum Bulog Letjend TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani optimistis proses pengiriman beras berjalan aman, meski ada konflik di kawasan Timur Tengah.
"Insya Allah mudah-mudahan bisa berjalan dengan lancar walaupun kondisi di Jazirah Arab sedang ada konflik mudah-mudahan tidak ada masalah," kata Rizal.
Baca juga: Bulog Jajaki Ekspor Beras Premium ke Arab Saudi untuk Pasokan Jemaah Haji
Pihaknya sudah bersurat ke Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI serta Badan Intelijen Negara (BIN) untuk mendapatkan asesmen pengawalan.
"Untuk proses kelanjutannya kita mengikuti perkembangan dinamika di lapangan seperti itu. Namun kami juga sudah bersurat ke BAIS TNI, ke BIN, kemudian ke Kemenlu mohon asesmen terkait dengan pemberangkatan beras haji Indonesia ini," tukas dia.
Baca juga: Soal Ekspor Beras RI ke Malaysia, Menteri Kabinet Prabowo Terlihat Tak Kompak
Volume beras 2.280 ton yang diekspor mengacu pada permintaan dari Kementerian Haji, sesuai dengan jumlah jemaah haji Indonesia tahun ini yang mencapai 215.000 jemaah.
Beras yang diekspor merupakan kualitas premium dengan harga subsidi dari pemerintah per kilogram Rp16.000 dengan kadar air hanya 14 persen.
Baca tanpa iklan