Dua Kapal Tanker Pertamina Masih Terjebak di Zona Perang Selat Hormuz
Dua kapal tanker Pertamina terjebak di kawasan Selat Hormuz dan menunggu situasi lebih aman untuk meninggalkan kawasan Teluk Persia.
Penulis:
Rizki Sandi Saputra
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Dua kapal tanker Pertamina masih terjebak di kawasan Selat Hormuz, Iran, dan belum bisa bergeser menunggu situasi lebih aman untuk meninggalkan kawasan Teluk Persia.
- Kapal Gamsunoro melayani kargo milik pihak ketiga (third party) dan VLCC Pertamina Pride sedang dalam misi mengangkut pasokan minyak mentah (light crude oil) untuk kebutuhan domestik.
- Dua kapal tanker lainnya yakni Rinjani dan Paragon sudah berhasil meninggalkan Selat Hormuz.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua kapal tanker Pertamina masih terjebak di kawasan Selat Hormuz, Iran, dan belum bisa bergeser menunggu situasi lebih aman untuk meninggalkan kawasan Teluk Persia menyusul pecahnya perang Iran melawan Amerika Serijat dan Israel di kawasan Teluk Persia.
Pertamina International Shipping (PIS) menyatakan ada 4 kapal kapal tengkernya yang membawa pasokan minyak untuk kebutuhan BBM di dalam negeri yang kini sedang beroperasi di Timur Tengah.
Dua diantara kapal tanker tersebut sudah meninggalkan zona perang di kawasan Teluk.
"Dua kapal tercatat telah beranjak dari area konflik, yaitu PIS Rinjani dan kapal PIS Paragon," kata Pjs Corporate Secretary Vega Pita saat dimintai tanggapannya, Kamis (11/3/2026).
Dua kapal yang masih tertahan di sekitar Selat Hormuz adalah kapal VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. "Kapal-kapal ini sedang menunggu situasi aman untuk dapat keluar melalui Selat Hormuz," kata dia.
Vega memastikan kedua kapal tersebut dalam kondisi aman dan dipantau secara berkala oleh pihaknya.
"Keduanya dalam kondisi aman. PIS terus melakukan pemantauan intensif 24/7 secara real-time terhadap seluruh posisi armada, kru dan pekerja. Ketiganya dalam kondisi aman," tegas dia.
Vega juga menyebut, Pertamina menjalin koordinasi dengan otoritas maritim setempat guna memastikan keamanan serta keselamatan seluruh kru kapal dan muatan yang dibawa.
Baca juga: Pasukan Elit Iran Buka Akses Selat Hormuz, Tapi Kapal Tanker Wajib Patuhi Satu Syarat dari Teheran
"Kami juga menjalin koordinasi erat dengan otoritas maritim dan pihak berwenang setempat guna memastikan keamanan serta keselamatan seluruh kru kapal dan muatan yang dibawa," kata Vega.
Kata dia, Pertamina Group menerapkan metode regular, alternative and emergency dalam menentukan metode rantai pasok yang paling efektif dan aman untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan memastikan distribusi berjalan lancar.
Baca juga: 3 ABK WNI Hilang di Selat Hormuz, Menteri P2MI: Masih dalam Proses Pencarian
Dalam perjalanan menuju Indonesia, dua kapal mengangkut muatan berbeda, yakni membawa pasokan minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri dan muatan pihak ketiga.
"Kapal Gamsunoro melayani kargo milik pihak ketiga (third party). Sementara, VLCC Pertamina Pride sedang dalam misi mengangkut pasokan minyak mentah (light crude oil) untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri," ujarnya.
Baca tanpa iklan