Tol Solo-Yogya-Kulonprogo Berada di Kawasan Rawan Gempa, Begini Kata Jasa Marga
Tol Jogja–Solo memiliki panjang total sekitar 96,575 kilometer yang menghubungkan wilayah Solo dengan Yogyakarta.
Penulis:
willy Widianto
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Tol Jogja–Solo memiliki panjang total sekitar 96,575 kilometer yang menghubungkan wilayah Solo dengan Yogyakarta.
- Pembangunan tol ini sudah diperhitungkan secara masak-masak terutama soal potensi bencana gempa bumi dan tsunami yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi termasuk gempa bumi Megathrust.
- Ruas tol yang telah siap dilalui fungsional tanpa dikenakan tarif untuk mudik Lebaran 2026 mencapai 42,37 kilometer hingga Gerbang Tol Purwomartani.
TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Tol Jogja–Solo memiliki panjang total sekitar 96,575 kilometer yang menghubungkan wilayah Solo dengan Yogyakarta serta terintegrasi dengan jaringan Tol Trans Jawa.
Saat ini ruas tol yang telah siap dilalui fungsional tanpa dikenakan tarif untuk mudik Lebaran 2026 mencapai 42,37 kilometer hingga Gerbang Tol Purwomartani.
Ruas tol tersebut juga nantinya bakal melintas di wilayah selatan Jawa hingga bandara YIA Kulonprogo. Daerah tersebut dinilai rawan bencana seperti gempa bumi dan tsunami.
Tenaga Ahli Utama Bidang Umum Humas dan Administrasi BUJT Jasa Marga Jogja-Solo Ahmad Izzi mengatakan dalam perencanaan pembangunan tol Solo-Yogya-YIA Kulonprogo sudah diperhitungkan secara masak-masak terutama soal potensi bencana gempa bumi dan tsunami yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi termasuk gempa bumi Megathrust. Sehingga tol teesebut dipastikan aman.
"Dalam melakukan perencanaan pembangunan tol ini desainer kami tentu juga memperhatikan hal tersebut. Berapa koefisien gempanya, ada sesar apa saja di daerah Yogya ini. Dari data-data yang ada desainer kami membuat perencanaan untuk bisa mengantisipasi kondisi-kondisi tadi secara geoteknis tadi," kata Ahmad dalam pernyataannya di GT Purwomartani, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat(13/3/2026).
Ahmad menjelaskan usulan-usulan dari para desainer proyek pembangunan jalan tol Solo-Yogya-YIA Kulonprogo kemudian dikonsultasikan ke Bina Marga Kementerian PU. Apabila usulan tidak sesuai diminta untuk menyesuaikan.
Baca juga: Tol Solo-Yogyakarta Segmen Prambanan-Purwomartani Dibuka Gratis untuk Pemudik Mulai 16 Maret
"Alhamdulillah usulan-usulan kami tersebut mendapatkan approval dari pemerintah dalam hal ini Bina Marga," kata Ahmad.
Sebelumnya BMKG sudah memberikan peringatan agar meningkatkan kewaspadaan gempa bumi dan tsunami. DIY, khususnya wilayah pesisir selatan, memiliki tingkat aktivitas seismik yang tinggi.
Dalam kurun sepuluh tahun terakhir, tercatat 114 kejadian gempabumi dengan magnitudo di atas 5, dua kali gempabumi merusak, serta 44 guncangan yang dirasakan masyarakat.
Baca juga: Banggar DPR Minta Tunda Proyek Tol Baru demi Cegah Defisit Anggaran Lebih Parah
Bahkan, berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia (PUSGEN 2017), potensi gempabumi megathrust di selatan Jawa bisa mencapai magnitudo M8,8 yang berpotensi memicu tsunami besar.