Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Tidak Semua Rest Area di Tol Trans Jawa Dilengkapi SPBU

Rest area di Tol Trans Jawa terbagi dalam tiga kategori, yakni Tipe A, Tipe B, dan Tipe C serta tidak semuanya dilengkapi dengan fasilitas SPBU.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Tidak Semua Rest Area di Tol Trans Jawa Dilengkapi SPBU
Tribunnews.com/Reynas Abdila
FASILITASI PEMUDIK - Rest Area KM 207A di ruas tol Palimanan-Kanci (Palikanci) di Cirebon, Jawa Barat, yang sudah dilengkapi fasilitas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), toilet gratis, masjid, tempat parkir luas serta fasilitas SPKLU untuk pengisian daya kendaraan listrik. 
Ringkasan Berita:
  • Tidak semua fasilitas rest area di ruas tol ini dilengkapi dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). 
  • Rest area di Tol Trans Jawa umumnya terbagi dalam tiga kategori, yakni Tipe A, Tipe B serta Tipe C di mana rest area Tipe A merupakan tempat istirahat dengan fasilitas paling lengkap. 
  • Rest area Tipe B umumnya hanya menyediakan fasilitas dasar seperti area parkir, toilet, tempat makan, dan musala tanpa SPBU.

 

TRIBUNNEWS.COM, TRANSJAWA - Masyarakat yang akan mudik ke kampung halaman dan menggunakan mobil melalui jalan tol Trans Jawa perlu mengetahui bahwa tidak semua fasilitas rest area di ruas tol ini dilengkapi dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). 

Sebagian pemudik umumnya beranggapan bahwa setiap tempat istirahat di jalan tol menyediakan fasilitas pengisian bahan bakar. 

Padahal, pada kenyataannya hanya rest area tertentu yang memiliki SPBU. Rest area di Tol Trans Jawa umumnya terbagi dalam tiga kategori, yakni Tipe A, Tipe B, dan Tipe C. 

Perbedaan tipe ini menentukan kelengkapan fasilitas yang tersedia di dalamnya. Rest area Tipe A merupakan tempat istirahat dengan fasilitas paling lengkap. 

Di lokasi ini biasanya tersedia SPBU, area parkir luas untuk kendaraan kecil maupun besar, toilet, musala, minimarket, restoran, hingga bengkel.

Rest area tipe A juga dilengkapi fasilitas SPKLU (pengisian mobil listrik). Sementara itu, rest area Tipe B umumnya hanya menyediakan fasilitas dasar seperti area parkir, toilet, tempat makan, dan musala tanpa SPBU.

Rekomendasi Untuk Anda

Adapun rest area Tipe C memiliki fasilitas paling sederhana, biasanya hanya berupa tempat parkir sementara dan toilet portable yang kerap difungsikan saat kondisi darurat atau saat arus mudik padat.

Baca juga: Daftar Tarif Tol Jasa Marga untuk Mudik Lebaran 2026, Cek Rute dan Biayanya di Sini

Pembangunan rest area di jalan tol juga tidak dilakukan secara sembarangan. Lokasinya diatur berdasarkan jarak interval tertentu sesuai regulasi pemerintah.

Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri PUPR No 10 Tahun 2018 tentang Tempat Istirahat dan Pelayanan pada Jalan Tol, khususnya pada Pasal 8 ayat 1 yang mengatur jarak antar rest area pada arah yang sama.

Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa rest area tipe A disediakan paling sedikit satu untuk setiap jarak 50 kilometer pada setiap jurusan. 

Jarak antara rest area tipe A dengan rest area tipe A berikutnya juga ditetapkan paling sedikit 20 kilometer. Selain itu, rest area tipe B dapat disediakan pada jalan tol antarkota yang memiliki panjang lebih dari 30 kilometer.

Jarak minimum antara rest area tipe A dan tipe B ditetapkan sejauh 10 kilometer. Sementara jarak minimum antara rest area tipe B dengan tipe B berikutnya juga ditetapkan minimal 10 kilometer.

Baca juga: Ada 80 SPKLU di Rest Area Tol Tangerang-Merak, Cipali, dan Jombang-Mojokerto, Berikut Daftarnya

Rest area tipe C memiliki jarak minimum paling dekat, yakni sekitar 2 kilometer dari rest area tipe A, tipe B, maupun tipe C lainnya.

Karena itu, pemudik diimbau untuk tidak menunggu hingga bahan bakar hampir habis sebelum mencari tempat pengisian BBM di rest area tol.

Pengendara disarankan mengisi bahan bakar lebih awal ketika melewati rest area besar yang telah diketahui memiliki SPBU. Selain untuk menghindari kehabisan BBM di tengah perjalanan, langkah ini juga dapat mengantisipasi antrean panjang saat puncak arus mudik.

Pemudik juga diingatkan untuk memanfaatkan rest area sebagai tempat beristirahat sejenak guna menjaga kondisi tubuh tetap prima selama perjalanan jarak jauh.

Dengan perencanaan perjalanan yang baik, perjalanan mudik melalui Tol Trans Jawa diharapkan dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan lancar hingga sampai ke kampung halaman.

Berikut daftar rest area tipe A yang dirangkum dari perjalanan tim peliput mudik Tribunnews.com mulai dari Jakarta:

1. Ruas Jakarta – Cikampek

KM 6B (arah Jakarta)
KM 19A (arah Cikampek)
KM 19B (arah Jakarta)
KM 39A (arah Cikampek)
KM 42B (arah Jakarta)
KM 57A (arah Cikampek)
KM 62B (arah Jakarta)

2. Ruas Cikopo - Palimanan

KM 86B (arah Palimanan)
KM 101A (arah Cikopo)
KM 102A (arah Palimanan)
KM 130B (arah Cikopo)
KM 166A (arah Palimanan)

3. Ruas Palimanan – Kanci

KM 207A (arah Kanci)
KM 208B (arah Palimanan)

4. Ruas Batang – Semarang

KM 360B (arah Batang)
KM 379A (arah Semarang)
KM 389B (arah Semarang)

5. Ruas Semarang - Solo

KM 429A (arah Semarang)
KM 439A (arah Solo)
KM 444B (arah Semarang)

6. Ruas Solo - Ngawi

KM 519A (arah Ngawi)
KM 519B (arah Solo)
KM 575A (arah Ngawi)
KM 575B (arah Solo)

7. Ruas Ngawi - Kertosono

KM 626A 
KM 626B

8. Ruas Surabaya - Mojokerto

KM 725A
KM 726B

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas