Harga Emas Antam Berpotensi Terkoreksi ke Level Rp2.800.000 per Gram
Pergerakan harga emas masih dipengaruhi dinamika eskalasi di Timur Tengah, antara Israel-Amerika-Iran.
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harga emas Antam diproyeksi makin menjauhi level Rp3.000.000 per gram, seiring terkoreksinya harga emas dunia.
Mengutip Trading Economics pada Minggu (22/3/2026) pukul 11.00 WIB, harga emas berada di level US$ 4.488 per troy ons, terkoreksi 10,62?lam sepekan.
Adapun harga emas Antam berada di level Rp 2.893.000 per gram.
Baca juga: Harga Emas Antam saat Lebaran, 22 Maret 2026 Stagnan di Level Rp2.893.000 per Gram
Analis Komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan transaksi hari Senin (23/3) akan mengalami koreksi.
Menurutnya, support pertama diperkirakan di level US$ 4.423 per troy ons dan support pertama harga emas Antam di Rp 2.840.000 per gram.
“Kalau seandainya terjadi koreksi kembali, kemungkinan support kedua di US$ 4.319 per troy ons, logam mulianya (emas Antam) di Rp 2.800.000 per gram. Itu seandainya dalam perdagangan minggu depan mengalami koreksi terhadap harga emas dunia,” ujar Ibrahim dikutip dari Kontan, Minggu (22/3/2026).
Namun, jika harga emas kembali menguat, Ibrahim memproyeksikan resistance pertama harga emas dunia di level US$ 4.559 per troy ons dan harga emas Antam ditransaksikan di Rp 2.920.000 per gram.
Dalam satu pekan ke depan, apabila menguat kembali, Ibrahim memperkirakan resistance kedua harga emas dunia di US$ 4.681 per troy ons dan harga emas Antam di Rp 2.980.000 per gram.
“Jadi ada kemungkinan besar dalam minggu depan logam mulia akan berada di bawah Rp 3 juta per gram, yakni Rp 2.980.000 per gram. Walaupun harga emas dunia dan logam mulia menurun sampai saat ini, saya masih optimis harga emas dunia dan logam mulia akan kembali menguat, tinggal menunggu momentum saja,” jelas Ibrahim.
Ibrahim mengatakan, pergerakan harga emas masih dipengaruhi dinamika eskalasi di Timur Tengah. Ia menyebut, investor masih mencermati perang AS – Israel dengan Iran.
Ibrahim menyampaikan, jika terjadi perang darat dan Iran dikalahkan, kemungkinan harga emas melemah. Namun, jika Iran memenangkan perang, harga emas dunia kemungkinan mengalami kenaikan signifikan.
“Banyak pengamat mengatakan jalan satu–satunya mengangkat harga emas dunia adalah perang darat,” kata Ibrahim.
Artikel ini telah tayang di Kontan dengan judul Harga Emas Antam Diproyeksi Bertahan di Bawah Rp 3 Juta, Tapi Masih Ada Peluang Naik
Baca tanpa iklan