Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Timur Tengah Membara, Beban Subsidi BBM Malaysia Melonjak 4 Kali Lipat

Subsidi BBM RON95 dan diesel bulanan di Malaysia melonjak dari 700 juta ringgit menjadi 3,2 miliar ringgit selama sepekan lalu.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Timur Tengah Membara, Beban Subsidi BBM Malaysia Melonjak 4 Kali Lipat
HO/IST/5 Petrol
SUBSIDI MELONJAK - SPBU swasta di Malaysia. Subsidi BBM RON95 dan diesel bulanan nasional telah melonjak dari 700 juta ringgit menjadi 3,2 miliar ringgit dalam periode tersebut. 
Ringkasan Berita:
  • Tagihan subsidi bahan bakar yang harus ditanggung Pemerintah Malaysia melonjak lebih dari empat kali lipat karena perang Iran vs Amerika-Israel.
  • Lonjakan beban subsidi BBM tersebut dipicu oleh lonjakan tajam harga minyak dunia karena gangguan di jalur pelayaran Timur Tengah.
  • Subsidi BBM RON95 dan diesel bulanan di Malaysia melonjak dari 700 juta ringgit menjadi 3,2 miliar ringgit selama periode tersebut.

TRIBUNNEWS.COM, PETALING JAYA – Tagihan subsidi bahan bakar yang harus ditanggung Pemerintah Malaysia melonjak lebih dari empat kali lipat dalam waktu kurang dari seminggu.

"Lonjakan beban subsidi BBM tersebut dipicu oleh lonjakan tajam harga minyak dunia karena gangguan di jalur pelayaran Timur Tengah," kata Perdana Menteri Malaysia Datuk Anwar Ibrahim di akun resmi Facebook-nya, Minggu 22 Maret 2026.

Anwar mengatakan, subsidi BBM RON95 dan diesel bulanan nasional telah melonjak dari 700 juta ringgit menjadi 3,2 miliar ringgit dalam periode tersebut.

Gangguan di Selat Hormuz telah menyebabkan gangguan pada 20 persen pasokan minyak dunia dan mencekik pasokan minyak ke pasar global.

"Dalam waktu kurang dari seminggu, harga minyak global melonjak dari sekitar 70 dolar menjadi hampir 120 dolar AS per barel,” kata Anwar Ibrahim.

Meskipun merupakan negara penghasil minyak, Malaysia tetap bergantung pada impor, dengan hampir setengah dari pasokannya berasal melalui jalur yang terdampak.

Dalam unggahan tersebut, Bapak Anwar mengatakan Malaysia mengekspor minyak mentah senilai sekitar US$5,5 miliar pada tahun 2025 tetapi mengimpor hampir US$12,6 miliar, yang mengakibatkan defisit melebihi US$7 miliar.

Rekomendasi Untuk Anda

“Malaysia memang memproduksi minyak, tetapi kita juga mengimpor lebih banyak minyak daripada mengekspor,” sebut Anwar Ibrahim.

Baca juga: Iran Kantongi 2 Juta Dolar dari Bea Kapal yang Melintas Selat Hormuz

Ia mengatakan minyak mentah impor harus dimurnikan, diangkut, dan diasuransikan sebelum sampai ke konsumen, dengan semua biaya meningkat selama konflik.

Kenaikan ini memiliki efek domino, katanya, yang berdampak pada biaya transportasi, harga pangan, dan pengeluaran rumah tangga di seluruh negeri.

Untuk melindungi konsumen, pemerintah telah meningkatkan subsidi agar rakyat Malaysia tidak menanggung beban penuh kenaikan harga global.

Baca juga: Iran Ancam Hancurkan Infrastruktur Air dan Energi Timur Tengah Jika AS Serang Pembangkit Listrik

“Di masa-masa sulit ini, Malaysia telah memilih untuk menyerap sebagian tekanan biaya global untuk melindungi rakyat,” katanya.

Anwar juga menyatakan keyakinannya bahwa negara ini akan mampu mengatasi tantangan di masa mendatang, dengan mencatat bahwa Malaysia telah mengatasi tekanan serupa di masa lalu.

The Star/The Straits Times

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas