Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Usai Libur Lebaran, IHSG Pagi Ini Berbalik Menguat 1 Persen ke Level 7.181

Sentimen positif datang dari membaiknya pasar global dan meredanya tensi geopolitik.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Usai Libur Lebaran, IHSG Pagi Ini Berbalik Menguat 1 Persen ke Level 7.181
Tribunnews/Jeprima
IHSG MENGUAT - Pengunjung bermain handphone di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Pusat. Tercatat, IHSG dibuka usai libur Lebaran 2026 melemah ke level 7.084,62 dari posisi penutupan sebelum libur di posisi 7.106,84. 

Ringkasan Berita:
  • IHSG sempat melemah saat pembukaan, lalu menguat 1,02 persen ke level 7.181,19.
  • Sentimen positif datang dari membaiknya pasar global dan meredanya tensi geopolitik.
  • Analis menilai IHSG masih konsolidasi, dengan support 7.000 dan resistance 7.150–7.200.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan usai tertekan pada awal perdagangan, Rabu (25/5/2026).

Tercatat, IHSG dibuka usai libur Lebaran 2026 melemah ke level 7.084,62 dari posisi penutupan sebelum libur di posisi 7.106,84.

Seiring dimulainya jam perdagangan, sekitar pukul 09.44 WIB, IHSG menguat 1,02 persen ke level 7.181,19.

Baca juga: Analis Beberkan Penyebab IHSG Pagi Ini Ambles 2 Persen Lebih

Sejak dibuka hingga pukul tersebut, Indeks bergerak pada rentang 7.057,22 hingga 7.185,78.

Nilai transaksi mencapai Rp7,50 triliun dengan melibatkan 12,79 miliar lembar saham, dan ditransaksikan sebanyak 661,9 ribu kali.

Rekomendasi Untuk Anda

Ada 199 saham melemah, 477 saham menguat, dan 283 saham stagnan.

Mulai membaiknya pasar saham Amerika Serikat dan Asia setelah sebelumnya tertekan, didukung meredanya tensi geopolitik dan stabilnya harga energi, menjadi sentimen positif bagi IHSG.

Founder Republik Investor Hendra Wardana ,memperkirakan penguatan IHSG masih terbatas dan cenderung bergerak dalam fase konsolidasi dengan potensi menguji resistance di kisaran 7.150–7.200.

Menurut Hendra, risiko eksternal tetap perlu diwaspadai, terutama jika terjadi kembali peningkatan tensi geopolitik, lonjakan harga energi, atau kebijakan suku bunga The Fed yang lebih ketat dari ekspektasi pasar.

Kondisi tersebut dapat menekan IHSG hingga menguji level psikologis di 7.000.

"Level ini menjadi level kunci untuk menjaga tren IHSG tetap berada dalam fase konsolidasi yang sehat," ujarnya dikutip dari Kontan.

Sementara itu, Founder WH Project William Hartanto melihat IHSG mulai menunjukkan tanda-tanda mendekati fase bottoming. 

Hal ini tercermin dari terbentuknya pola doji pada grafik mingguan yang mengindikasikan keseimbangan antara tekanan beli dan jual, serta potensi jenuh jual setelah tren pelemahan.

Ia menilai level 7.000 kini menjadi area support kuat setelah IHSG sempat turun hingga 6.917. 

Meski demikian, sentimen negatif sejak awal tahun masih membayangi pergerakan indeks, sehingga tren pelemahan dinilai belum sepenuhnya berakhir.

Ia menyampaikan, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support 7.085 hingga resistance 7.195.

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas