Canda Prabowo ke Presiden Brasil di Forum Jepang: Kopi Indonesia Lebih Enak
Prabowo bahkan secara khusus menyebut nama Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva saat melontarkan candaan.
Penulis:
Igman Ibrahim
Editor:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- Dalam acara Japan-Indonesia Business Forum di Tokyo, Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan saat mempromosikan kopi Indonesia.
- Ia menyebut kualitas kopi Indonesia lebih unggul dibanding Brasil, sambil menyapa Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva.
- Prabowo juga menegaskan dirinya sebagai “brand ambassador” kopi Indonesia secara sukarela.
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan candaan saat mempromosikan produk unggulan nasional di hadapan para pengusaha Jepang.
Eks Danjen Kopassus itu menyebut kualitas kopi Indonesia melampaui kopi asal Brasil.
Momen tersebut terjadi saat Presiden memberikan Keynote Speech di Japan-Indonesia Business Forum di Tokyo, Senin (30/3/2026).
Prabowo bahkan secara khusus menyebut nama Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva saat melontarkan candaan.
"Saya adalah duta merek yang kuat untuk kopi Indonesia. Kami memiliki kopi terbaik di dunia. Maaf, Presiden Lula, Anda adalah teman saya tetapi kopi saya lebih enak daripada kopi Anda," ujar Presiden Prabowo disambut tawa sejumlah para pengusaha.
Prabowo menegaskan bahwa dirinya secara sukarela menjadi brand ambassador bagi kopi Indonesia di kancah global.
Ia bahkan berseloroh agar para produsen kopi nasional tetap mengingat perannya tersebut setelah ia tidak lagi menjabat sebagai presiden.
"Ini ada Kapal Api di sini? Mana orang Kapal Api? Mana orangnya? Oh, Kapal Api, bagus sekali. Saya suka kopi Anda tapi saya adalah brand ambassador Anda. Ingat saya saat saya pensiun nanti, ya," canda Prabowo.
Selain itu, Prabowo menyatakan bahwa gaya kepemimpinannya dalam mengelola ekonomi Indonesia sangat mendalam dan mendetail.
Ia mengakui dirinya adalah seorang micromanager yang memantau langsung kondisi pasar hingga hal terkecil.
"Menteri-menteri saya menuduh saya sebagai micromanager. Ya, saya akui saya seorang micromanager. Saya akan menelepon menteri-menteri saya jam 2 pagi atau jam 5 pagi, dan saya akan bertanya kepada mereka harga telur hari ini," jelasnya.
Menurut Prabowo, pendekatan ini sangat diperlukan karena seorang presiden di era modern harus bertindak layaknya CEO bagi negaranya.
Hal ini dilakukan demi memastikan semua hambatan investasi dapat diselesaikan dengan cepat dan efektif.
"Seorang presiden zaman modern sebenarnya adalah CEO dari negara tersebut. Dia harus mampu mengetahui masalah dengan sangat cepat dan menyelesaikan masalah dengan sangat cepat," pungkasnya.
Baca tanpa iklan