Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Harga BBM Subsidi Tak Naik, DPR Minta Masyarakat Tak Menimbun

Masyarakat diminta tidak panik menimbun BBM di tengah situasi global yang tidak menentu. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reza Deni
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Harga BBM Subsidi Tak Naik, DPR Minta Masyarakat Tak Menimbun
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
JANGAN MENIMBUN BBM - Masyarakat mengantre membeli BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin malam (30/3/2026). Masyarakat diminta tidak panik menimbun BBM di tengah situasi global yang tidak menentu.  
Ringkasan Berita:
  • DPR mendukung upaya pemerintah menahan harga BBM di dalam negeri tidak naik di tengah lonjakan harga minyak mentah di pasar dunia.
  • Masyarakat diminta tidak panik menimbun BBM di tengah situasi global yang tidak menentu. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Melonjaknya harga minyak dunia hingga di kisaran 110 hingga 115 dolar AS per barel mulai memberi tekanan pada fiskal Indonesia. Meski demikian, pemerintah dinilai masih mampu menjaga stabilitas dengan menahan harga bahan bakar minyak (BBM) agar tidak naik.

“Situasi global ini bukan hanya menjadi persoalan saat ini di Indonesia, namun tentu ini juga terjadi di hampir seluruh negara," ungkap anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, Kamis, 2 April 2026.

Dia mendukung upaya pemerintah menahan harga BBM di dalam negeri tidak naik di tengah lonjakan harga minyak mentah di pasar dunia.

"KIta memberikan apresiasi kepada pemerintah, dikala harga BBM naik signifikan karena Indonesia sendiri dalam asumsi APBN menetapkan 70 USD per barrel,” ujar Herman.

Menurutnya, kenaikan harga minyak mentah dunia menjadi tantangan serius bagi kondisi fiskal negara.  Namun, pemerintah telah mengambil berbagai langkah strategis agar dampaknya tidak langsung dirasakan masyarakat.

Pihaknya mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan penimbunan BBM di tengah situasi global yang tidak menentu. Sementara upaya menghemat pemakaian energi juga dilakukan melalui penerapan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara setiap hari Jumat mulai April 2026.

Rekomendasi Untuk Anda

"Dalam situasi krisis, dalam situasi yang membutuhkan kebersamaan, DPR dan pemerintah harus kompak.” pungkasnya.

Baca juga: BBM Melonjak Gila-gilaan! Warga AS Ngamuk Tanggung Dampak Perang Iran

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya telah memastikan bahwa harga BBM subsidi tidak naik. Harga Pertalite tetap bertahan di angka Rp 10.000 per liter dan Biosolar sebesar Rp 6.800 per liter.

"Harga BBM subsidi tidak ada penyesuaian naik atau turun, artinya flat, masih pakai harga sekarang," kata Bahlil dalam konferensi pers virtual dari Seoul, Korea Selatan, Selasa (31/3/2026).

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas