Sidak Pasar Grogol Jakarta, Bos Bulog Sebut Harga Beras Stabil, Daging Sapi dan Cabai Mahal
Bulog mencatat masih ada sejumlah komoditas yang perlu mendapat perhatian, khususnya daging sapi yang masih berada di atas HAP.
Penulis:
Lita Febriani
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- Bulog memastikan harga sembako relatif stabil pasca Lebaran.
- Daging sapi masih di atas HAP, cabai menunjukkan fluktuasi harga.
- Pemerintah juga soroti kenaikan harga plastik kemasan di pasar.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah terus memperketat pengawasan harga pangan pasca Idul Fitri guna memastikan stabilitas pasokan dan harga di masyarakat.
Langkah ini dilakukan menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa harga pangan harus tetap terkendali, seiring ketersediaan stok nasional yang dinilai mencukupi.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan, pihaknya bersama pemerintah rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar yang tergabung dalam program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SP2KP).
Baca juga: Kendalikan Harga Cabai dan Bawang Merah, Sekjen Kemendagri Minta Pemda Jamin Ketersediaan Pasokan
"Hari ini kami melakukan pengecekan di Pasar Grogol, setelah sebelumnya dari Pasar Minggu, untuk memastikan harga-harga sembako pasca Idul Fitri tetap stabil," tutur Rizal saat Wawancara di Pasar Grogol, Jakarta Barat, Selasa (14/3/2026).
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden dalam rapat di Istana beberapa waktu lalu. Dalam rapat tersebut, Presiden menyebutkan bahwa stok pangan nasional dalam kondisi aman, terutama beras yang mencapai sekitar 4,72 juta ton, serta minyak goreng yang juga melimpah.
Dari hasil pemantauan di lapangan, Bulog mencatat sejumlah komoditas utama masih berada dalam kondisi stabil.
Harga beras SPHP terpantau tetap di angka Rp 12.500 per kilogram, sementara beras premium sekitar Rp 14.900 per kilogram.
Minyak goreng juga relatif stabil di kisaran Rp 15.700 per liter.
"Stok minyak juga sudah mulai terpenuhi dan ke depan akan terus kita tambah agar tidak terjadi kelangkaan yang bisa memicu kenaikan harga," terang Rizal.
Selain itu, harga telur ayam dilaporkan berada di level normal sekitar Rp 30.000 per kilogram.
Daging ayam juga masih dalam rentang Harga Acuan Pembelian (HAP), yakni antara Rp 30.000 hingga Rp 40.000 per kilogram.
Meski demikian, Bulog mencatat masih ada sejumlah komoditas yang perlu mendapat perhatian, khususnya daging sapi yang masih berada di atas HAP.
Saat ini, harga daging sapi berada di kisaran Rp 150.000 per kilogram.
"Kami berharap ada tambahan pasokan dari Berdikari agar kebutuhan daging di pasar SP2KP bisa terpenuhi dan harga bisa ditekan," ungkap Rizal.
Selain daging, komoditas cabai juga menunjukkan fluktuasi harga.
Cabai rawit justru mengalami penurunan dari Rp 65.000 menjadi Rp 55.000 per kilogram.
Sebaliknya, cabai merah keriting mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 50.000 per kilogram.
"Cabai ini mengalami kenaikan karena memang cabai agak sulit diatur, karena memang perlu penanganan khusus untuk cabai ini ke depan," ucapnya.
Dalam sidak tersebut, Bulog juga menyoroti kenaikan harga plastik kemasan, khususnya jenis bening, yang dinilai memberatkan pelaku usaha.
Pemerintah berencana membahas persoalan ini bersama para pemangku kepentingan untuk mencari solusi agar harga kemasan bisa lebih terjangkau.
"Kami ngecek keberadaan agen ataupun grosir kemasan khususnya plastik. Jadi dari teman-teman grosir kemasan plastik mohon support dari pemerintah dalam hal ini agar harga plastik diturunkan khususnya untuk plastik kemasan yang warna bening," imbuhnya.
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.