Menkop Bertemu Seskab, Bahas Perkembangan Rekrutmen Manajer Koperasi Merah Putih
Menkop dan Seskab membahas perkembangan rekrutmen nasional untuk 30.000 Manajer Koperasi Merah Putih yang berlangsung sejak 15 April.
Penulis:
Igman Ibrahim
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Menkop dan Seskab membahas perkembangan rekrutmen nasional untuk 30.000 Manajer Koperasi Merah Putih yang berlangsung sejak 15 April.
- Para pelamar yang lolos seleksi akan menjalani proses pembekalan yang intensif sebelum diterjunkan ke lapangan.
- Minimal akan ada 800.000 ribu pekerja baru di 80.000 Koperasi Desa Merah Putih yang rencana akan dibangun secara bertahap.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan Menteri Koperasi Ferry Juliantono di kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Senin (20/4/2026) malam.
Pertemuan membahas perkembangan rekrutmen nasional untuk 30.000 Manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih yang telah berlangsung sejak 15 April hingga 24 April 2026.
Seskab Teddy mengatakan program ini akan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan dengan potensi penyerapan tenaga kerja yang masif di tingkat desa di seluruh Indonesia.
"Bila 1 koperasi terdiri dari 1 manajer dan minimal terdapat 10 pekerja di setiap koperasi, maka minimal akan ada 800.000 ribu pekerja baru di 80.000 Koperasi Desa Merah Putih yang rencana akan dibangun secara bertahap," kata Seskab dalam keterangannya dari instagram Sekretariat Kabinet pada Selasa (21/4/2026).
Teddy menjelaskan, rekrutmen untuk memilih manajer yang akan mengelola unit koperasi desa, memimpin pegawai koperasi yang berasal dari warga desayang menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih.
Setelah masa pendaftaran berakhir, para pelamar yang lolos seleksi akan menjalani proses pembekalan yang intensif sebelum diterjunkan ke lapangan.
"Selepas pendaftaran, para pelamar akan diseleksi untuk selanjutnya akan mengikuti pelatihan manajerial dan perkoperasian selama sekitar 2 bulan untuk berikutnya akan resmi menjadi manajer koperasi yang bekerja dibawah koordinasi lintas kementerian/lembaga khususnya Kementerian Koperasi dan BUMN," lanjutnya.
Baca juga: Pemerintah Buka 35.000 Lowongan Kerja untuk Koperasi Merah Putih dan Kampung Nelayan
Cara ini diyakini dapat memutus rantai perantara yang selama ini kerap merugikan petani atau produsen di tingkat desa. Fokus utamanya adalah menciptakan ekosistem harga yang adil bagi warga.
"Dengan adanya koperasi desa ini, diharapkan perputaran ekonomi di setiap desa akan semakin cepat, tanpa perantara dan terarah dengan harga jual yang menguntungkan bagi warga desa setempat," pungkasnya.
Baca tanpa iklan