Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Anggota Komisi XII DPR Dorong Penggunaan Rupiah dalam Transaksi Batu Bara

Penggunaan rupiah dalam transaksi batu bara untuk kebutuhan domestik merupakan langkah strategis memperkuat ketahanan energi.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reza Deni
zoom-in Anggota Komisi XII DPR Dorong Penggunaan Rupiah dalam Transaksi Batu Bara
Tribunnews.com
BATU BARA - Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Demokrat, Sartono Hutomo, menilai penggunaan rupiah dalam transaksi batu bara untuk kebutuhan domestik sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan energi nasional. 
Ringkasan Berita:
  • Sartono Hutomo (Anggota Komisi XII DPR RI) mengusulkan penggunaan mata uang Rupiah dalam transaksi batu bara untuk kebutuhan domestik (Domestic Market Obligation/DMO).
  • Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan meningkatkan efisiensi dan mengurangi ketergantungan pada dinamika pasar global (faktor eksternal).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Demokrat, Sartono Hutomo, menilai penggunaan rupiah dalam transaksi batu bara untuk kebutuhan domestik sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan energi nasional.

Menurut Sartono, kebijakan tersebut dapat menjadi solusi jangka pendek untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap faktor eksternal, khususnya dinamika pasar global.

Komisi XII sendiri adalah komisi yang membidangi sektor Energi, Sumber Daya Mineral, Lingkungan Hidup, dan Investasi.

“Penggunaan mata uang rupiah dalam transaksi batu bara dapat dipertimbangkan sebagai strategi jangka pendek untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap faktor eksternal. Hal tersebut perlu dipertimbangkan dan diperhitungkan dengan bijaksana,” ujarnya.

Dia menjelaskan, skema Domestic Market Obligation (DMO) dinilai lebih memungkinkan untuk diterapkan menggunakan rupiah karena didukung pasokan domestik yang kuat.

“Batu bara dinilai lebih realistis diterapkan dibandingkan minyak dan gas karena Indonesia memiliki cadangan dan produksi domestik yang besar,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, transaksi batu bara untuk pembangkitan listrik nasional dinilai lebih efisien sekaligus berpotensi memperkuat kedaulatan energi nasional.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebaliknya, Sartono menilai sektor minyak dan gas masih sangat bergantung pada dinamika pasar global, sehingga penggunaan rupiah dalam transaksi menjadi lebih kompleks.

“Dengan demikian, penggunaan rupiah dalam transaksi batu bara bisa menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan,” pungkas dia

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas