Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pertamina dan LanzaTech Teken MoU, Dorong Investasi Energi Bersih Berbasis Teknologi

Pertamina dan LanzaTech menandatangani MoU untuk mengembangkan solusi energi rendah karbon berbasis teknologi di sela ajang OTC Houston.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Pertamina dan LanzaTech Teken MoU, Dorong Investasi Energi Bersih Berbasis Teknologi
Dok. Pertamina
PERTAMINA TEKEN MOU - Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza dan Chief Executive Officer LanzaTech, Jennifer Holmgren menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan solusi energi rendah karbon berbasis teknologi, disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Indroyono Susilo dan Konsul Jenderal RI di Houston, Ourina Ritonga dalam rangkaian Offshore Technology Conference (OTC) di Houston. 

TRIBUNNEWS.COM - Pertamina dan LanzaTech menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) untuk mengembangkan solusi energi rendah karbon berbasis teknologi.

Penandatanganan tersebut dilakukan dalam rangkaian Offshore Technology Conference (OTC) di Houston, Amerika Serikat. Adapun penandatanganan dilakukan langsung oleh Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza dan Chief Executive Officer LanzaTech Jennifer Holmgren.

Sebagai informasi, LanzaTech merupakan perusahaan teknologi global asal Amerika Serikat yang mengubah gas limbah kaya karbon menjadi bahan bakar dan bahan kimia melalui fermentasi mikroba.

Dengan pendekatan ekonomi sirkular, teknologi yang dikembangkan LanzaTech membantu industri mengurangi emisi sekaligus menciptakan nilai ekonomi dan mendukung ketahanan energi.

Kerja sama antara Pertamina dan LanzaTech difokuskan pada pengembangan teknologi waste to fuel. Secara khusus, kolaborasi ini menyasar konversi sampah perkotaan menjadi etanol melalui proses fermentasi.

Inisiatif itu diharapkan dapat menjawab tantangan pengelolaan sampah sekaligus membuka peluang baru di sektor energi alternatif dan industri kimia berbasis karbon daur ulang.

Baca juga: Pertamina Ajak Investor dan Penyedia Teknologi Global Garap Hulu Migas Indonesia

Oki mengatakan, kerja sama ini hadir di tengah dua tantangan utama yang dihadapi Indonesia, yaitu peningkatan volume sampah perkotaan dan kebutuhan energi bersih yang terus meningkat.

Rekomendasi Untuk Anda

Mengacu pada data terkini, volume sampah nasional mencapai sekitar 56.600 ton per hari. Di sisi lain, kebutuhan etanol diproyeksikan meningkat hingga sekitar 2,4 juta kiloliter pada 2030.

"Melalui kerja sama ini, kami mendorong solusi konkret untuk mengubah tantangan menjadi peluang dengan mengonversi sampah menjadi bahan bakar bernilai ekonomi sekaligus mendukung transisi energi," ujar Oki dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Kamis (7/5/2026).

Dari sisi bisnis, kolaborasi ini membuka potensi pengembangan rantai nilai berbasis ekonomi sirkuler. Cakupannya, mulai dari pengolahan sampah, produksi etanol, hingga pemanfaatan produk turunan seperti bahan bakar campuran dan bahan baku industri kimia.

Model bisnis tersebut berpotensi menciptakan sumber pendapatan baru sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah dan energi.

Sementara itu, Jennifer menjelaskan bahwa LanzaTech memiliki teknologi fermentasi berbasis mikroba yang mampu mengonversi berbagai sumber karbon menjadi produk bernilai tinggi, termasuk etanol.

Baca juga: Pertamina Perkuat Kolaborasi Global, Genjot Produksi Migas Nasional

Lebih lanjut, teknologi yang dimiliki LanzaTech bersifat modular dan dapat dikembangkan dalam skala besar. Hal ini didukung pula oleh pengalaman global dan fasilitas komersial yang telah beroperasi di berbagai negara.

Dengan karakteristik tersebut, teknologi LanzaTech memiliki fleksibilitas untuk diimplementasikan dan diintegrasikan dengan infrastruktur eksisting, termasuk di antaranya adalah kilang dan sistem pengelolaan sampah kota.

Lewat berbagai keunggulan itu, kerja sama antara Pertamina dan LanzaTech diharapkan dapat mendorong pengembangan model ekonomi sirkuler yang terintegrasi, meningkatkan pasokan energi domestik, serta membuka peluang investasi di sektor energi bersih berbasis teknologi.

Kemudian, inisiatif ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi energi yang tidak hanya bertumpu pada sumber daya, tetapi juga inovasi dan teknologi, dengan potensi pengembangan di berbagai kota besar di Indonesia.

Sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.

Baca juga: Saham Grup Pertamina Tunjukkan Resiliensi di Tengah Volatilitas IHSG

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas