Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Emiten Palma Serasih Catatkan Kenaikan Laba Bersih 26,3 Persen di 2025

Perseroan menjalankan komitmen keberlanjutan melalui kebijakan No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE) di seluruh operasional. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Emiten Palma Serasih Catatkan Kenaikan Laba Bersih 26,3 Persen di 2025
HO/IST
KEBUN PRODUKTIF - Area perkebunan sawit PT Palma Serasih Tbk di Kalimantan Timur. Selama 2025 perseroan membukukan volume produksi Tandan Buah Segar (TBS) Inti sebanyak 355,2 ribu ton dan produksi Crude Palm Oil (CPO) sebanyak 140,2 ribu ton. 
Ringkasan Berita:
  • Emiten perkebunan dan pengolahan sawit PT Palma Serasih Tbk (PSGO) mencatatkan kenaikan laba bersih 26,3 persen menjadi Rp442,8 miliar dan EBITDA sebesar Rp752,3 miliar di 2025.
  • Volume produksi Tandan Buah Segar (TBS) Inti di 2025 mencapai 355,2 ribu ton, dengan produksi Crude Palm Oil (CPO) mencapai 140,2 ribu ton serta produktivitas TBS (yield) inti 17,8 ton per hektar,

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Emiten perkebunan dan pengolahan sawit PT Palma Serasih Tbk (PSGO) mencatatkan kenaikan laba bersih 26,3 persen dari Rp350,6 miliar di 2024 menjadi Rp442,8 miliar di 2025.

Kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan produktivitas perkebunan serta disipilin dalam pengelolaan biaya operasional, di tengah dinamika industri kelapa sawit global dan fluktuasi harga komoditas.

Dari sisi profitabilitas, Perseroan membukukan EBITDA sebesar Rp752,3 miliar dengan margin di kisaran 29,5 persen. Dari sisi operasional, Perseroan mencatat volume produksi Tandan Buah Segar (TBS) Inti sebesar 355,2 ribu ton, dengan produksi Crude Palm Oil (CPO) mencapai 140,2 ribu ton.

Baca juga: RI-Tanzania Perkuat Kerjasama Pertanian Lewat Pelepasan Sumber Daya Genetik Sawit

Produktivitas TBS (yield) inti tercatat sebesar 17,8 ton per hektar, yang masih dapat bertumbuh seiring bertambahnya umur tanaman rata-rata menuju usia tanaman prima.

Astrida Niovita Bachtiar, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Perseroan, menyampaikan, pertumbuhan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kombinasi penerapan praktik manajemen terbaik, konsistensi penerapan standar operasional, efisiensi operasional, pengelolaan aset yang optimal, dan komitmen terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

"Kinerja tahun 2025 menjadi fondasi yang kuat untuk melanjutkan pertumbuhan ke depan," ungkap Astrida dikutip Jumat, 8 Mei 2026.

Rekomendasi Untuk Anda

Di 2026, Perseroan menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional. Strategi utama difokuskan pada ekspansi usaha secara selektif, konsistensi penerapan praktik agrikultur terbaik dan serta penguatan implementasi program keberlanjutan dalam seluruh kegiatan operasional. 

Fokus pada Dampak Sosial dan Kemitraan

Perseroan saat ini mengelola perkebunan terintegrasi seluas 28 ribu hektar area tertanam inti dan plasma, dengan wilayah operasional yang terpusat di Kalimantan Timur. Astrida mengatakan, Perseroan menjalankan komitmen keberlanjutan melalui kebijakan No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE) di seluruh operasional. 

Pada aspek lingkungan, Perseroan mengalokasikan area dengan nilai konservasi tinggi untuk dilindungi, serta menjalankan pengelolaan bentang alam secara kolaboratif, termasuk di Kawasan Wehea-Kelay.

Upaya perlindungan biodiversitas juga dilakukan melalui kerja sama dengan organisasi konservasi seperti Borneo Orangutan Survival Foundation dan The Nature Conservancy, termasuk program konservasi dan rehabilitasi habitat orangutan.  

Dari sisi sosial, Perseroan melanjutkan kerjasama kemitraan petani plasma yang dijalankan sejak 2009 dan mendorong pemberdayaan masyarakat lokal melalui berbagai inisiatif ekonomi dan dukungan infrastruktur sosial, termasuk sektor pendidikan di sekitar wilayah operasional.

Perseroan memperoleh dan mempertahankan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) untuk kebun inti dan secara bertahap untuk kebun plasma, serta sertifikasi internasional lainnya seperti ISCC dan GGL.

“Keberlanjutan bukan hanya bagian dari kepatuhan, melainkan fondasi dalam setiap pengambilan keputusan strategis kami. Kami berkomitmen terus menciptakan nilai jangka panjang yang seimbang bagi pemegang saham, masyarakat dan lingkungan,” kata Astrida. 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas