Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

MetConnex 2026 Dorong Transformasi Digital Sektor Tambang

Para pemangku kepentingan didorong untuk mengadopsi teknologi terkini, meningkatkan efisiensi proses, serta memastikan praktik industri berkelanjutan.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Sanusi
zoom-in MetConnex 2026 Dorong Transformasi Digital Sektor Tambang
HO/IST
Metconnex–Mine Aidic merefleksikan komitmen dalam memperkuat ekosistem hilirisasi industri tambang dan mineral. Workshop, Exhibition dan Conference ini dirancang khusus sebagai jembatan yang menghubungkan kebutuhan industri dengan inovasi teknologi dalam meningkatkan kapabilitas. 

Ringkasan Berita:
  • Industri tambang dan metalurgi tengah memasuki era transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi, keberlanjutan, dan daya saing global.
  • MetConnex-Mine Aidic 2026 hadir sebagai platform strategis yang mempertemukan pemangku kepentingan guna mendorong sinergi teknologi dan hilirisasi.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Industri tambang dan metalurgi saat ini sedang mengalami perubahan besar melalui transformasi digital. Perubahan ini bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis untuk menghadapi tantangan global, meningkatkan efisiensi, serta memastikan keberlanjutan operasi.

Selain itu, di tengah percepatan transisi menuju energi hijau dan terbarukan, sinkronisasi teknologi yang terintegrasi dari proses penambangan hingga pengolahan akhir menjadi semakin krusial untuk menciptakan industri yang stabil, efisien, bernilai tambah tinggi, serta berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, integrasi yang lebih erat antara sektor pertambangan di bagian hulu dan sektor pengolahan dan pemurnian/metallurgy dibagian hilir akan menjadi kunci untuk menciptakan efisiensi operasional, stabilitas pasokan, serta daya saing industri yang berkelanjutan. 

Baca juga: Bahlil Siapkan Skema Baru, Negara akan Kuasai Saham Mayoritas Perusahaan Tambang

Tantangan seperti fluktuasi harga komoditas, kebutuhan investasi teknologi pengolahan, serta tuntutan penerapan prinsip keberlanjutan dan dekarbonisasi, mendorong pelaku industri untuk mempercepat adopsi inovasi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.

"Menjawab dinamika tersebut, Metconnex-Mine Aidic 2026 edisi ketiga digelar sebagai platform strategis yang mempertemukan para pemangku kepentingan utama industri pertambangan dan pengolahan untuk bersinergi dalam satu ekosistem kolaboratif," ujar Head of Committee MetConnex 2026, Bara Dipolyadi, Kamis (8/5/2026).  

Rekomendasi Untuk Anda

Mengusung tema “Strengthening Indonesia’s Metallurgy Industry: Towards Sustainable Growth and Global Competitiveness”, ajang ini difokuskan untuk mendorong sinergi dalam meningkatkan nilai tambah produk tambang, mineral dan logam nasional.

Lebih dari sekadar forum pertemuan, Metconnex-Mine Aidic memiliki peran penting sebagai ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, serta perkembangan teknologi terkini di sektor pertambangan dan metalurgi. 

Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata komunitas alumni dan profesional di bidang metalurgi dan pertambangan dalam mendukung kemajuan industri nasional, sekaligus menjembatani antara kebijakan dan implementasi di dunia Mining dan Metalurgi Indonesia.

Metconnex–Mine Aidic merefleksikan komitmen dalam memperkuat ekosistem hilirisasi industri tambang dan mineral. Workshop, Exhibition dan Conference ini dirancang khusus sebagai jembatan yang menghubungkan kebutuhan industri dengan inovasi teknologi dalam meningkatkan kapabilitas. 

Melalui forum ini, para pemangku kepentingan didorong untuk mengadopsi teknologi terkini, meningkatkan efisiensi proses, serta memastikan praktik industri yang selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, modernisasi sektor energi dan pengolahan mineral dalam negeri dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan kompetitif.

Ketua Ikatan Alumni Teknik Pertambangan ITB Achmad Ardianto mengatakan, digitalisasi di industri pertambangan mulai berkembang seiring kebutuhan industri meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Achmad Ardianto mengatakan, dulu kegiatan di pertambangan dilakukan secara manual, tapi seiring perkembangan zaman dan teknologi, akhirnya perusahan tambang bisa meningkatkan recovery.

"Kita bisa mengefisienkan cost, kita bisa meningkatkan pendapatan negara ke depannya,” lanjut dia.

Menurut dia, digitalisasi saat ini mulai diterapkan melalui penggunaan remote operation, automation, hingga optimization system di industri tambang. Ia mencontohkan pemanfaatan teknologi untuk memprediksi ketebalan alat atau pipa agar perusahaan dapat melakukan preventive maintenance lebih awal sebelum terjadi kerusakan.

“Sehingga kita bisa menekan downtime yang akan menyebabkan multiplier effect, efeknya akan semakin besar,” ujar Achmad.

Ia mengatakan, MetConnex 2026 juga akan menjadi wadah untuk memperkenalkan perkembangan digitalisasi yang telah dan akan diterapkan di industri pertambangan. “Nanti MetConnex salah satunya akan menunjukkan penerapan teknologi di dunia pertambangan,” kata dia.
 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas