Kementerian ESDM Targetkan 62 Ribu Unit SPKLU Beroperasi di 2030
Penambahan jumlah dan sebaran SPKLU dapat mengurangi emisi dan perlindungan lingkungan.
Penulis:
Lita Febriani
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Pemerintah menargetkan 60 ribu jumlah SPKLU terbangun dan beroperasi di tahun 2030.
- Penambahan jumlah dan sebaran SPKLU dapat mengurangi emisi dan perlindungan lingkungan.
- Program ENTREV telah menyosialisasi KBLBB di enam kota tersebut dan saat ini menyelenggarakan pelatihan serta sertifikasi siswa SMK.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong ekosistem kendaraan listrik terus memperluas jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk pengisian daya kendaraan listrik.
Koordinator Pelayanan Usaha Ketenagalistrikan, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan ESDM Ferry Triansyah mengatakan, penambahan jumlah dan sebaran SPKLU dapat mengurangi emisi dan perlindungan lingkungan.
Pemerintah menargetkan 60 ribu jumlah SPKLU terbangun dan beroperasi di tahun 2030.
"Hingga Mei 2026, SPKLU roda empat di Indonesia telah mencapai sekitar 4.892 unit. Target pertumbuhan SPKLU roda empat pada tahun 2030 sebesar 62.918 unit," ucap Ferry dalam keterangan resminya, Jumat (8/5/2026).
Ferry mengatakan, dengan didorongnya ekosistem kendaraan listrik digadang bakal memberikan dampak positif terhadap ketahanan energi, khususnya pengurangan impor serta subsidi bahan bakar minyak (BBM).
Upaya mempercepat ekosistem kendaraan listrik juga dilakukan melalui kolaborasi pengembangan infrastruktur pengisian listrik untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di tiga provinsi pilot project, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bali.
Baca juga: Ada 80 SPKLU di Rest Area Tol Tangerang-Merak, Cipali, dan Jombang-Mojokerto, Berikut Daftarnya
"Selain pilot percontohan, proyek ENTREV telah melakukan replikasi di enam kota pada enam provinsi, yaitu Yogyakarta, Surabaya, Medan, Makassar, Banjarmasin, dan Serang (Banten)," sambung dia.
Menurut Ferry, proyek Enhancing Readiness for the Transition to Electric Vehicles in Indonesia (ENTREV) telah melaksanakan sosialisasi KBLBB di enam kota tersebut dan saat ini tengah menyelenggarakan pelatihan serta sertifikasi bagi siswa SMK.
ENTREV merupakan program kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM dan United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia untuk mempercepat transisi menuju kendaraan listrik.
Program tersebut mendorong pengurangan emisi gas rumah kaca melalui penguatan ekosistem kendaraan listrik dan pembangunan SPKLU di Indonesia.
Baca tanpa iklan