Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Rupiah Terus Melemah, BI Pastikan Akan Terus Intervensi Pasar

Lonjakan harga minyak dunia dan meningkatnya permintaan dolar AS di pasar domestik ikut memicu pelemahan nilai tukar rupiah.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Rupiah Terus Melemah, BI Pastikan Akan Terus Intervensi Pasar
Tribunnews/Aisyah
RUPIAH TERTEKAN PERMINTAAN VALAS - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti di pembukaan Bazaar Perpustakaan Bank Indonesia di Jakarta, Selasa (7/5/2024). Lonjakan harga minyak dunia dan meningkatnya permintaan dolar AS di pasar domestik ikut memicu pelemahan nilai tukar rupiah. 
Ringkasan Berita:
  • Lonjakan harga minyak dunia dan meningkatnya permintaan dolar AS di pasar domestik ikut memicu pelemahan nilai tukar rupiah.
  • Permintaan valas di dalam negeri berasal dari kebutuhan musiman, termasuk pembayaran utang luar negeri dan dividen perusahaan.
  • Bank sentral memastikan kondisi likuiditas valuta asing di pasar domestik masih memadai.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Selasa (12/5/2026), seiring meningkatnya ketidakpastian global akibat memanasnya konflik di Timur Tengah.

mata uang Garuda ke angka Rp 17.500 di hari ini.

Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti menjelaskan, meningkatnya tekanan terhadap rupiah dipicu oleh situasi eksternal yang masih belum kondusif.

"Tekanan terhadap rupiah dalam hari ini meningkat karena di Timur Tengah yang masih berlangsung dengan intensitas yang meningkat mendorong naiknya harga minyak dan ketidakpastian global," tutur Destry melalui keterangan resmi, Selasa (12/5/2026).

Selain faktor global, BI juga melihat adanya peningkatan kebutuhan dolar AS dari dalam negeri. Permintaan valas tersebut berasal dari kebutuhan musiman, termasuk pembayaran utang luar negeri dan dividen perusahaan.

"Dari domestik, meningkatnya kebutuhan dolar AS secara musiman seperti untuk pembayaran ULN dan pembayaran deviden, serta kebutuhan untuk ibadah haji mendorong peningkatan permintaan dolar AS di pasar domestik," jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Untuk menjaga stabilitas pasar, BI menyatakan akan terus hadir melakukan intervensi di berbagai instrumen moneter. Langkah tersebut dilakukan agar tekanan terhadap rupiah dapat lebih terkendali.

Baca juga: Rupiah Melemah Paling Parah Sepanjang Sejarah, Sore Ini Ditutup Rp 17.529 Per Dolar AS   

"BI akan terus berkomitmen untuk selalu berada di pasar dengan melakukan smart intervention baik di pasar spot, DNDF maupun NDF dan juga mengoptimalkan penggunaan semua instrumen operasi moneter, sehingga diharapkan dapat mengurangi tekanan pada Rupiah," terang Destry.

Di sisi lain, BI menilai kepercayaan investor asing terhadap pasar keuangan domestik masih cukup kuat. Hal ini tercermin dari derasnya aliran modal asing yang masuk ke instrumen keuangan nasional selama April 2026.

"BI juga melihat confidence investor asing di aset portfolio terus membaik, yang tercermin dari inflows, khususnya ke Pasar SBN dan SRBI selama bulan April sebesar Rp 61,6 triliun," jelasnya.

Baca juga: Menkeu Purbaya Yakin BI Bisa Kendalikan Nilai Tukar Rupiah

Bank sentral juga memastikan kondisi likuiditas valuta asing di pasar domestik masih memadai. Pertumbuhan simpanan valas dinilai menunjukkan ketersediaan dolar AS tetap terjaga.

"Ketersediaan likuiditas valas di pasar domestik juga cukup tinggi dengan pertumbuhan DPK valas di akhir Maret mencapai 10,9 persen ytd," ujar Destry.

BI pun memperkirakan tekanan terhadap rupiah akan mereda setelah kebutuhan musiman dolar AS mulai menurun.

Dengan kondisi tersebut, nilai tukar rupiah diyakini masih dapat kembali bergerak sesuai fundamental ekonomi domestik. "BI memperkirakan tekanan yang bersifat musiman ini akan mereda sehingga nilai tukar Rupiah bisa kembali ke level fundamentalnya," imbuh Destry.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas