Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

BTN Raup Laba Bersih Konsolidasi Rp 1,45 Triliun Per April 2026, Naik 43,8 Persen

BTN berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar total Rp 1,45 triliun atau meningkat 43,84 persen secara tahunan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Sanusi
Editor: Choirul Arifin
zoom-in BTN Raup Laba Bersih Konsolidasi Rp 1,45 Triliun Per April 2026, Naik 43,8 Persen
Tribunnews.com/dok.
LABA MELONJAK - BTN dan Bank Syariah Nasional membukukan laba bersih konsolidasi sebesar total Rp 1,45 triliun atau meningkat 43,84 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,01 triliun. 
Ringkasan Berita:
  • BTN mencatatkan kinerja konsolidasi positif hingga April 2026 dengan laba bersih Rp 1,45 triliun, tumbuh 43,84 persen yoy.
  • Profitabilitas didukung peningkatan NII, efisiensi beban bunga, serta PPOP yang naik 20,09 persen yoy.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan pertumbuhan kinerja konsolidasi yang positif hingga April 2026.

Perseroan bersama entitas anak, Bank Syariah Nasional, berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar total Rp 1,45 triliun atau meningkat 43,84 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,01 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan bulanan konsolidasi BTN, pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) tercatat sebesar Rp 5,57 triliun hingga April 2026 atau tumbuh 12,85 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 4,94 triliun.

Di sisi lain, beban bunga perseroan berhasil ditekan menjadi Rp 5,01 triliun atau turun 16,19 persen yoy dibandingkan April 2025 sebesar Rp 5,98 triliun. Penurunan biaya dana tersebut turut memperkuat profitabilitas perseroan pada empat bulan pertama tahun ini.

BTN juga mencatatkan peningkatan laba operasional yang signifikan. Hingga April 2026, laba operasional konsolidasi tercatat sebesar Rp1,87 triliun atau tumbuh 47,66 persen yoy dibandingkan April 2025 sebesar Rp 1,27 triliun.

Selain itu, pre provision operating profit (PPOP) perseroan meningkat menjadi Rp 3,13 triliun atau naik 20,09 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,60 triliun.

Baca juga: OK Bank Bukukan Kenaikan Aset Jadi Rp13,42 Triliun di 2025, Laba Bersih Naik 3 Kali Lipat

Rekomendasi Untuk Anda

Dari sisi efisiensi dan kualitas aset, BTN juga mampu menjaga pencadangan kredit secara pruden. Beban pencadangan atau CKPN tercatat sebesar Rp 1,26 triliun hingga April 2026.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan perseroan optimistis momentum pertumbuhan kinerja BTN masih akan terus berlanjut seiring masih tingginya permintaan terhadap pembiayaan perumahan dan semakin kuatnya fundamental bisnis perseroan.

Baca juga: Tumbuh 55,8 Persen, BTN Raup Laba Rp1,16 Triliun per April 2026

“Di tengah ketidakpastian kondisi global, BTN tetap mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif karena didukung fundamental bisnis yang kuat dan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap hunian. Kami optimistis momentum ini dapat terus berlanjut seiring transformasi bisnis dan penguatan ekosistem perumahan yang terus dijalankan perseroan,” ujar Nixon.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas