Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Penjualan Rumah Tipe Menengah Masih Solid, Momentum Penyaluran KPR Dinilai Tetap Positif

Momentum penyaluran KPR masih cukup positif sepanjang tahun ini, khususnya pada segmen rumah tipe menengah yang relatif lebih resilient.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Sanusi
zoom-in Penjualan Rumah Tipe Menengah Masih Solid, Momentum Penyaluran KPR Dinilai Tetap Positif
Tribunnews/Jeprima
PERUMAHAN SUBSIDI - Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Kemang, Bogor, Jawa Barat. Momentum penyaluran KPR masih cukup positif sepanjang tahun ini, khususnya pada segmen rumah tipe menengah yang relatif lebih resilient dibanding segmen lainnya. 
Ringkasan Berita:
  • Momentum penyaluran KPR masih cukup positif sepanjang tahun ini, khususnya pada segmen rumah tipe menengah yang relatif lebih resilient dibanding segmen lainnya.
  • Bagi sektor perbankan, KPR tetap menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga pertumbuhan kredit konsumer

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Segmen rumah tipe menengah masih menjadi penopang utama pasar properti residensial nasional di tengah kondisi ekonomi yang cenderung selektif. Permintaan pada segmen ini relatif tetap terjaga, didukung kebutuhan hunian dan masih kuatnya skema pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di pasar primer.
 
Berdasarkan survei terbaru Bank Indonesia, mayoritas pembelian rumah di pasar primer masih dilakukan melalui fasilitas KPR dengan pangsa mencapai 69,87 persen dari total skema pembelian properti residensial. Data tersebut mencerminkan bahwa pembiayaan perbankan masih memegang peranan penting dalam menopang aktivitas transaksi properti nasional.
 
Kondisi tersebut dinilai membuka ruang pertumbuhan bagi perbankan yang memiliki fokus pada segmen kredit kepemilikan properti, termasuk Bank Woori Saudara (BWS). Penyaluran KPR dinilai masih memiliki prospek positif seiring permintaan rumah tipe menengah yang relatif stabil.

Baca juga: Tinjau Rumah Subsidi di Banten, Menteri PKP Tekankan Standar Kualitas Bangunan

Bank Woori Saudara (BWS) adalah bank swasta nasional di Indonesia yang berdiri sejak 1906 dan kini beroperasi sebagai PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906, Tbk. Kantor pusatnya berada di Treasury Tower, SCBD, Jakarta Selatan, dan bank ini diawasi oleh OJK serta Bank Indonesia.
 
Di tengah persaingan industri perbankan, strategi kolaborasi dengan pengembang properti besar dinilai menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan kredit yang lebih terukur. BWS tercatat menjalin kerja sama dengan sejumlah pengembang, termasuk Sinarmas Land, untuk memperluas akses pembiayaan properti kepada konsumen.
 
Kolaborasi tersebut dinilai memberikan keuntungan dari sisi kualitas pipeline kredit karena proyek yang ditawarkan berasal dari pengembang dengan rekam jejak dan basis pasar yang sudah established. Selain itu, variasi proyek residensial yang ditawarkan juga dinilai mampu menjangkau kebutuhan konsumen kelas menengah secara lebih luas.
 
Analis Abdul Azis dari Kiwoom Sekuritas, menilai momentum penyaluran KPR masih cukup positif sepanjang tahun ini, khususnya pada segmen rumah tipe menengah yang relatif lebih resilient dibanding segmen lainnya.
 
Menurutnya, bank yang memiliki kerja sama strategis dengan pengembang besar berpotensi memperoleh pertumbuhan kredit yang lebih stabil karena memiliki akses terhadap demand yang lebih terukur serta kualitas proyek yang lebih baik.
 
“Profil risiko debitur pada segmen tersebut relatif lebih terjaga, terutama apabila didominasi oleh pembeli dari kalangan pegawai pemerintah, BUMN, maupun swasta dengan pendapatan tetap dan kemampuan pembayaran yang lebih predictable.” kata Abdul Azis.
 
Menurut Abdul Azis, selain faktor pembiayaan, permintaan rumah tipe menengah juga masih didukung kebutuhan hunian dari kelompok usia produktif serta tren urbanisasi di sejumlah wilayah penyangga kota besar. Kondisi tersebut membuat segmen ini tetap menjadi fokus utama pengembang maupun perbankan.
 
Di sisi lain, pasar masih mencermati perkembangan suku bunga dan daya beli masyarakat ke depan. Namun, selama akses pembiayaan tetap kompetitif, aktivitas transaksi rumah primer dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan.
 
Bagi sektor perbankan, KPR tetap menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga pertumbuhan kredit konsumer. Sementara bagi pengembang, dukungan pembiayaan menjadi faktor utama untuk menjaga momentum penjualan proyek residensial.
 
Ke depan, sinergi antara perbankan dan pengembang properti diperkirakan akan semakin penting dalam menjaga pertumbuhan pasar properti nasional, terutama pada segmen rumah tipe menengah yang hingga kini masih menunjukkan permintaan yang relatif solid.

Rumah Second

Di sisi lain, pasar properti pada tahun ini diproyeksikan akan tetap on the right track sejalan dengan akan adanya lonjakan pada pasar rumah second di Indonesia.

Anggota Satgas Perumahan sekaligus Pengamat Properti Panangian Simanungkalit menilai perkembangan pasar sekunder dapat menjadi katalis baru bagi pertumbuhan industri properti sekaligus membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk memiliki hunian dengan harga yang lebih terjangkau dan legalitas yang lebih pasti.

“Properti saat ini on the track karena ada momentum rumah second ke pasar sekunder. Ini menjadi peluang besar khususnya bagi Gen Z untuk mulai masuk ke pasar properti dengan legalitas yang sudah jelas dan harga yang masih kompetitif,” ujar Panangian.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Panangian, pasar rumah second memiliki potensi besar untuk tumbuh karena adanya keterbatasan suplai rumah baru dibandingkan dengan peningkatan kebutuhan hunian masyarakat setiap tahun. Ia menilai secondary market dapat menjadi solusi untuk memperluas akses kepemilikan rumah di tengah tingginya backlog perumahan nasional.

Apalagi, tambah Panangian, rumah second biasanya berada di lokasi premium dengan harga puluhan tahun lalu. “Ibaratnya, kita beli tanahnya saja sudah untung,” kata Panangian.

Dalam waktu dekat, lanjut Panangian, akan terdapat pelepasan puluhan ribu aset rumah second melalui mekanisme lelang yang diperkirakan menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Properti yang dipasarkan terdiri dari berbagai segmen mulai dari rumah subsidi, rumah komersial, apartemen hingga kavling dengan rentang harga variatif.

“Pasar rumah second ini menarik karena sebagian besar aset sudah berada di kawasan yang hidup, infrastrukturnya terbentuk, dan harga tanah terus meningkat. Dari sisi investasi maupun hunian, potensinya masih sangat besar,” katanya.

Ia menambahkan, rumah-rumah yang akan dipasarkan juga telah melalui pengecekan legalitas sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait aspek administrasi maupun status kepemilikannya. Selain itu, akan ada juga skema KPR khusus yang dirancang bagi masyarakat yang mau menyicil rumah second.

Panangian optimistis penguatan pasar sekunder akan memberikan dampak positif bagi industri perumahan nasional secara keseluruhan, termasuk meningkatkan likuiditas pasar properti dan memperluas pilihan hunian bagi masyarakat.

“Selama ini masyarakat terlalu fokus pada rumah baru, padahal rumah second juga memiliki value yang tinggi. Dengan edukasi yang tepat, pasar sekunder bisa menjadi salah satu motor baru pertumbuhan sektor properti nasional,” tutur Panangian.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas