Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Bulog: Serapan Gabah Petani Per Mei 2026 Hampir 3 Juta Ton

Hingga menjelang akhir Mei ini searapan gabah petani oleh Bulog telah mencapai hampir 3 juta ton dari target 4 juta di 2026.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Bulog: Serapan Gabah Petani Per Mei 2026 Hampir 3 Juta Ton
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
SERAPAN GABAH PETANI - Direktur Utama PT Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat ditemui awak media di sela kegiatan penyembelihan hewan kurban Hari Raya Idul Adha di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Jumat (29/5/2026).  
Ringkasan Berita:
  • Hingga menjelang akhir Mei ini searapan gabah petani oleh Bulog telah mencapai hampir 3 juta ton dari target 4 juta di 2026.
  • Gabah yang diserap Bulog hanya hasil panen yang telah mencapai usia optimal untuk menjaga mutu produk.
  • Penyerapan gabah dan beras petani selain untuk menjaga stok cadangan beras pemerintah (CBP) juga untuk mengantisipasi tantangan perubahan iklim.
 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan, hingga menjelang akhir Mei ini serapan gabah petani telah mencapai hampir 3 juta ton dari target 4 juta di 2026.

Kata Rizal, jika dipersentasekan maka penyerapan gabah petani mencapai 76 persen dari yang ditargetkan oleh pemerintah guna memperkuat cadangan beras secara nasional.

"Untuk serapan gabah Alhamdulillah ini sudah sampai 74 persen. Jadi kalau dari total 4 juta ton kami sudah sampai 74 persen atau hampir 75 persen. Berarti kan sudah hampir 3 juta kami," kata Rizal saat ditemui di acara pemotongan hewan kurban Hari Raya IdulAdha di kantor pusat Bulog di Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Rizal menegaskan, penyerapan gabah tersebut bisa terealisasi karena kerja sama seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah pusat, pemerintah daerah serta TNI/Polri.

Dalam penerapannya, kebijakan penyerapan gabah dan beras harus dengan standar kualitas tertentu.

Rizal mengatakan, gabah yang diserap Bulog hanya hasil panen yang telah mencapai usia optimal untuk menjaga mutu produk.

Kebijakan itu menjadi penting guna memastikan beras yang diserap memiliki tingkat kematangan yang baik sehingga menghasilkan kualitas lebih tinggi saat diproses dan disimpan dalam jangka waktu tertentu di setiap gudang Bulog.

Baca juga: Perintah Prabowo ke Bos Bulog: Bangun Gudang yang Banyak dan Setop Ketergantungan Impor Beras

Rekomendasi Untuk Anda

"Ini semua juga support dari seluruh stakeholder dan peran dari para petani yang luar biasa menghasilkan gabah maupun padi serta beras yang cukup baik sehingga Bulog mampu menyerap semaksimal mungkin di daerah," kata Rizal.

Penyerapan gabah dan beras petani selain untuk menjaga stok cadangan beras pemerintah (CBP) juga untuk mengantisipasi tantangan perubahan iklim.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas