Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

KAI Siap Reaktivasi Jalur Kereta Api Sumatera, Dibangun 2Jalur Investasinya 25 Miliar Dolar AS

KAI menyiapkan peta jalan pembangunan jalur kereta di seluruh pulau Sumatera untuk periode 2026-2030 yang menjadi arahan Presiden Prabowo.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in KAI Siap Reaktivasi Jalur Kereta Api Sumatera, Dibangun 2Jalur Investasinya 25 Miliar Dolar AS
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
PETA JALAN KERETA SUMATERA - Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). KAI menyiapkan peta jalan pembangunan jalur kereta di seluruh pulau Sumatera untuk periode 2026-2030 yang menjadi arahan Presiden Prabowo. 
Ringkasan Berita:
  • KAI menyiapkan peta jalan pembangunan jalur kereta di seluruh pulau Sumatera untuk periode 2026-2030.
  • Total investasi yang dibutuhkan untuk proyek tersebut mencapai 25 niliar dolar AS atau setara Rp448 triliun dengan asumsi kurs rupiah Rp17.900 per dolar AS.
  • Proyek tersebut mencakup reaktivasi jalur yang sudah mati, pengembangan jalur baru hingga pemenuhan jalur untuk angkutan batubara.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero menyiapkan peta jalan pembangunan jalur kereta di seluruh pulau Sumatera untuk periode 2026-2030. Total investasi yang dibutuhkan untuk proyek tersebut mencapai 25 niliar dolar AS atau setara Rp448 triliun dengan asumsi kurs rupiah Rp17.900 per dolar AS.

"Berdasarkan arahan dari Pak Presiden, itu untuk melakukan pengembangan jaringan di Pulau Sumatra. Yaitu bagaimana kita menghubungkan antara Banda Aceh dengan Bandar Lampung. Kalau total (anggarannya) Sumatera pak itu bisa 20-25 Miliar dolar pak," kata DIrektur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Bobby menyebut, proyek tersebut mencakup reaktivasi jalur yang sudah mati, pengembangan jalur baru hingga pemenuhan jalur untuk angkutan batubara.

Untuk reaktivasi jalur mati, khusus di lintas Sumatera Barat mencakup 248,5 kilometer, selanjutnya untuk lintas Sumatera Utara/Aceh sepanjang 468 kilometer.

Sementara untuk pengembangan jalur baru yang tertuang dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas) totalnya mencapai kurang lebih 1.110 kilometer.

Jalur tersebut mencakup, Rantau Prapat-Dumai, Duri-Pekanbaru, Pekanbaru-Rengat, Rengat-Jambi, Kertapati-Tarahan-Bakauheni dan Lubuklinggau-Bengkulu.

Saat ditanyakan soal progres terkait dengan proyek tersebut, Bobby menyatakan, saat ini pemerintah telah membentuk tim khusus lintas kementerian.

Rekomendasi Untuk Anda

"Oh itu kan penugasan dari Presiden ke kita. Kita sedang, kita sekarang sedang membuat tim khusus untuk pengkajian ini, itu dengan Kemenko Infrawil, dengan Danantara, dengan Kementerian Perhubungan," ucap dia.

Baca juga: Menakar Manfaat Reaktivasi Jalur Kereta Api Kedungjati-Tuntang

Bobby juga menyatakan, proyek tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta agar pembangunan jalur rel kereta api di seluruh pulau Sumatera bisa terhubung dua jalur sekaligus.

Sebab, hingga saat ini kata Bobby, jalur rel kereta yang ada di Sumatera saling terputus di antar wilayah. "Penuh, penuh. Bahkan Presiden mintanya itu dua jalur nantinya," kata dia.

Baca juga: Pemerintah Bahas Reaktivasi Penerbangan Komersial di Lanud Husein Sastranegara dan Adi Sutjipto

Namun Bobby belum dapat menargetkan kapan proyek tersebut akan rampung. Pasalnya, jalur yang akan masuk dalam proyek tersebut mencapai 1.700 kilometer sehingga membutuhkan waktu yang khusus.

"Wah itu kan panjangnya hampir 1.700 km ya? 1.700 km bisa multiyears tuh," tandas dia.

 

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas