Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Koordinasi dengan BI Diperkuat, Purbaya Yakin Rupiah Kembali Menguat

Pemerintah dan Bank Indonesia memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Koordinasi dengan BI Diperkuat, Purbaya Yakin Rupiah Kembali Menguat
Tribunnews/Jeprima
PENUKARAN UANG BARU - Warga mengantre untuk menukarkan uang rupiah baru di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026). Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah akibat dinamika ekonomi global. Tribunnews/Jeprima 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah dan Bank Indonesia memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
  • Sinkronisasi kebijakan tersebut diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia dan memperkuat nilai tukar rupiah.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah akibat dinamika ekonomi global.

Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan kepercayaan pasar, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Penguatan sinergi itu menjadi salah satu hasil pertemuan antara DPR, otoritas fiskal, otoritas moneter dan pemerintah yang membahas perkembangan ekonomi terkini, serta langkah-langkah menjaga stabilitas makroekonomi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih kuat.

"Dari meeting APBN, dari pertemuan APBN kita kemarin, sudah terlihat fundamental ekonomi kita baik, fiskal juga dalam keadaan yang baik, amat baik malah kalau kita lihat dari acuan-acuan yang ada," tutur Purbaya dalam pertemuan koordinasi yang digelar DPR bersama otoritas moneter, otoritas fiskal dan pemerintah di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada Sabtu (6/6/2026).

Ke depan, pemerintah akan fokus memastikan kebijakan fiskal berjalan optimal untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi. Pada saat yang sama, koordinasi dengan Bank Indonesia akan terus diperkuat agar kebijakan fiskal dan moneter berjalan lebih sinkron.

"Jadi ke depan kita akan fokus memastikan kebijakan fiskal berjalan dengan baik, sehingga pertumbuhan kita semakin cepat. Dalam perjalanannya tentu kita akan meningkatkan juga koordinasi dengan Bank Sentral. Kita akan mendukung Bank Sentral memperkuat koordinasi supaya kebijakan semakin sinkron, supaya dampak kebijakan antara moneter dan fiskal lebih signifikan ke perekonomian," jelasnya.

Baca juga: Istana Sindir Ulah Spekulan di Balik Kemerosotan Rupiah dan Anjloknya IHSG

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Purbaya, sinkronisasi kebijakan tersebut diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia dan memperkuat nilai tukar rupiah.

Ia meyakini kombinasi kebijakan yang selaras antara pemerintah dan bank sentral akan menjaga stabilitas rupiah, sehingga tidak kembali mengalami pelemahan yang lebih dalam.

"Tentunya kalau kebijakannya sudah menyatu seperti itu, sinergi penuh, itu harusnya akan mengembalikan kepercayaan pasar ke nilai tukar Rupiah, sehingga Rupiah akan meningkat secara signifikan, tidak akan melemah lagi ke level yang lebih tinggi dari sekarang," ujarnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas