Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Masyarakat dan Pedagang Sembako Pusing Beban Hidup Makin Berat: Sekarang Semua Serba Mahal

Juju berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar tidak terus mengalami lonjakan yang memberatkan masyarakat.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Masyarakat dan Pedagang Sembako Pusing Beban Hidup Makin Berat: Sekarang Semua Serba Mahal
Tribunnews/Irwan Rismawan
HARGA PANGAN NAIK - Harga komoditas pangan seperti minyak goreng, beras, daging ayam, hingga bumbu dapur mengalami kenaikan. 
Ringkasan Berita:
  • Harga sejumlah kebutuhan pokok seperti minyak goreng, telur, beras, bawang, cabai, dan ayam potong naik di berbagai daerah.
  • Warga mengaku kesulitan mengatur keuangan karena pendapatan tidak naik seiring kenaikan harga pangan.
  • Pedagang mencatat penjualan menurun, sementara masyarakat berharap pemerintah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

 

TRIBUNNEWS.COM, - Masyarakat mengeluh mengatur keuangannya setelah harga sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan.

Seorang pedagang sembako di Pasar Kuto, Palembang, Sumatera Selatan, Koh Ali, menyampaikan, harga pangan yang mengalami kenaikan paling tinggi yaitu minyak goreng kemasan premium dan telur ayam ras.

"Minyak goreng premium seperti merek Sanco, Bimoli, dan Sania melonjak dari harga normal Rp20.000 menjadi Rp23.000 per liter. Sementara untuk merek Fortune yang biasanya Rp19.000 kini harus dibanderol dengan harga Rp21.000 per liter," jelas Koh Ali dikutip dari Sripo.com, Senin (7/6/2026).

Baca juga: BPS: Inflasi Indonesia Mei 2026 Mencapai 3,08 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama

"Harga telur ayam sekarang sudah menyentuh Rp29.000 hingga Rp30.000 per kilogram dari harga sebelumnya yang stabil di angka Rp28.000 per kilogram. Menurut informasi dari pihak peternak, kenaikan ini dipicu oleh tingginya biaya operasional pengadaan pakan ternak," tambahnya.

Indri yang merupakan seorang ibu rumah tangga yang sedang berbelanja di Pasar Kuto, mengaku pusing dalam mengelola uang belanja untuk kebutuhan sehari-harinya.

"Jelas pusing mengaturnya. Kalau bulan-bulan lalu kita hanya pusing musiman karena harga cabai saja yang naik turun, tetapi kalau sekarang hampir semua barang kompak naik. Mulai dari minyak goreng, telur, duo bawang (merah dan putih), sampai cabai semuanya mahal," papar Indri.

Rekomendasi Untuk Anda

Harga Minyak Goreng di Bekasi

Kenaikan harga pangan seperti minyak goreng juga terjadi di Kota Bekasi, Jawa Barat.

Pedagang sembako di Pasar Kranji Baru, Kecamatan Bekasi Barat, Ita, mengatakan, kenaikan harga minyak goreng cukup signifikan dibandingkan beberapa bulan lalu.

Kenaikan harga pun bervariasi, yakni berkisar Rp 5.000 - 7.000.

Sebagai contoh, untuk merk Sunco yang kini dijual mengalami kenaikan harga berkisar lebih kurang Rp 6.000 - 7.000 ribu.

"Kalau saya terakhir harga jual merk sunco ukuran 2 liter adalah Rp39.000 sampai Rp40.000. Sekarang saya jual yang 2 liter itu Rp46.000 sampai Rp47.000," kata Ita, kepada Tribun Bekasi.

Bahkan Ita menjelaskan telah menerima kabar terbaru dari berita di media online dan televisi terkait isu kenaikan harga minyak kembali, dalam hal ini minyakita.

"Saya tidak stock minyakita, saya stok seperti Sunco, Riski, gitu, jadi belum tahu pasti juga akan ada kenaikan harga seperti apa," jelasnya.

Ita menyebut, kenaikan harga minyak goreng memengaruhi pengusaha UMKM, terkhusus bidang makanan, diantaranya seperti pedagang nasi uduk. 

"Orang beli namanya kebutuhan, mau mahal juga tetap beli. Tapi banyak juga yang ngeluh, seperti pedagang nasi uduk. Minyak naik, kerupuk naik, terigu sama sagu juga naik," tegasnya.

Ita pun mengeluhkan kondisi pasar yang kini justru sepi pembeli.

Hal itu juga membuat pedagang semakin tertekan, dan mereka harus menghadapi harga modal yang tinggi di tengah daya beli masyarakat yang cenderung melemah.

"Apalagi sekarang sudah mulai sepi. Sebelum Idul Adha juga pedagang banyak yang ngeluh," keluhnya.

Seorang pembeli komoditas pangan, Ristiani (35) menceritakan kalau ia juga tengah meminimalisir pengeluaran uang sejak awal Mei 2026. 

Bukan tanpa sebab, ia menilai kondisi bahan pokok di pasar tengah mengalami peningkatan, sementara pendapatan rutin dirinya dari berjualan baju via online justru statis alias tidak ada peningkatan.

"Pendapatan jualan saya gitu-gitu aja, tapi kondisi bahan pokok naik terus, biasanya di momem tertentu aja, tapi ini tidak, jadi harus lebih irit keluarin uang," kata Ristiani.

Ristiani berharap kondisi seperti ini tidak berangsur lama, dan harga bahan pokok, terkhusus minyak juga kembali normal.

"Harapannya sih harga normal lagi ya, semua sektor, tidak hanya sembako, oli kendaraan juga infonya naik harganya, nah itu juga bisa diturunin harganya, semuanya deh," pungkasnya. 

Harga Beras dan Ayam di Purwakarta Naik

Harga beras dan ayam potong Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda penurunan signifikan.

Mengutip Tribunjabar.id, harga beras medium di Pasar Rebo Purwakarta pada kisaran Rp14.000 per kilogram. Angka tersebut berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp12.500 per kilogram. 

Sementara beras premium kini mencapai Rp16.000 per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp14.000 per kilogram.

Pedagang beras mengaku kenaikan harga terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut cukup mengejutkan karena terjadi di tengah musim panen, saat pasokan seharusnya melimpah.

Menurut Zaenudin, salah seorang pedagang beras di Pasar Rebo, tingginya harga beras diduga dipengaruhi oleh mahalnya harga gabah kering giling di tingkat petani yang saat ini mencapai lebih dari Rp8.000 per kilogram.

Akibat kenaikan harga tersebut, omzet penjualan beras mengalami penurunan cukup signifikan. Selain harga yang mahal, banyak warga yang masih memiliki stok beras hasil panen sehingga pembelian di pasar berkurang.

"Untuk beberapa minggu terakhir ada kenaikan harga beras. Yang awalnya sekitar Rp12.500 sekarang paling murah sudah Rp13.500 per kilogram. Untuk beras medium sekarang sekitar Rp14.000 dan premium Rp16.000 per kilogram. Penjualan juga turun sekitar 30 sampai 40 persen," ujar Zaenudin.

Untuk harga ayam potong juga masih bertahan di level tinggi. Meski sempat mengalami penurunan setelah Iduladha, ayam potong masih dijual di kisaran Rp35.000 hingga Rp38.000 per kilogram.

Pedagang ayam potong, Lana menyebut tingginya harga ayam dipengaruhi meningkatnya kebutuhan pasokan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Kondisi tersebut, kata dia, membuat para pedagang harus bersaing dengan penyedia kebutuhan MBG untuk mendapatkan pasokan ayam dari bandar.

Sementara itu, seorang pembeli bernama Juju berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar tidak terus mengalami lonjakan yang memberatkan masyarakat.

"Harapannya harga stabil saja, jangan tiba-tiba naik. Sekarang kebutuhan lain seperti minyak goreng dan bumbu juga masih mahal. Jelas sangat memberatkan," katanya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas