Sambut Libur Sekolah, Peritel Genjot Belanja Lewat Penyelenggaraan BINA Holiday
Momentum libur sekolah hingga pertengahan Juli ini diyakini dapat mendorong tren belanja masyarakat dan mendorong perputaran ekonomi di daerah.
Penulis:
Lita Febriani
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Menyambut libur sekolah ini, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) menyelenggarakan Program Belanja di Indonesia Aja.
- Momentum libur sekolah hingga pertengahan Juli ini diyakini dapat mendorong tren belanja masyarakat dan mendorong perputaran ekonomi di daerah.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menyambut libur sekolah ini, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) menyelenggarakan Program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Holiday & Back to School 2026 yang berlangsung pada 8 Juni - 12 Juli 2026.
Program yang diluncurkan dalam rangkaian peringatan 10 tahun Hippindo ini untuk mendorong konsumsi masyarakat, sekaligus meningkatkan arus wisatawan domestik dan mancanegara.
"Saya ucapkan selamat kepada Hippindo untuk 10 tahun perjalanannya. Ada banyak hal yang sudah dilewati, ada banyak hal yang sudah dibuat untuk bangsa dan negara ini, tentu kami terus ingin berkolaborasi untuk kemajuan sektor pariwisata, untuk kemajuan perekonomian dari Republik kita tercinta Indonesia," kata Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Senin (8/6/2026).
Dia menilai asosiasi peritel tersebut selama ini konsisten menghadirkan berbagai program yang mendorong aktivitas belanja wisatawan di libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru, Lebaran, hingga libur sekolah.
"Tentu libur sekolah ini menjadi momentum yang penting dan kita akan terus perkuat kolaborasi setiap tahun," ujarnya.
Dia yakin program BINA dapat meningkatkan pengeluaran wisatawan yang pada akhirnya berdampak pada penerimaan devisa negara dan menjaga fundamental ekonomi nasional.
Ia berharap kegiatan ini dapat mendukung pencapaian target perjalanan wisatawan nusantara tahun ini yang dipatok sebesar 1,18 miliar perjalanan, serta kunjungan wisatawan mancanegara 16 juta hingga 17,6 juta orang.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan, program semacam ini juga untuk mengangkat daya beli masyarakat dan memperkuat pemasaran produk dalam negeri.
"BINA Holiday and Back to School 2026 yang kita luncurkan hari ini bukan sekadar program promosi belanja saja, tapi program ini juga merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga daya beli masyarakat," ujar Roro.
Baca juga: Dolar AS Terus Menguat, Peritel Antisipasi Kenaikan Harga dari Pemasok
Kemendag berharap momentum libur sekolah hingga pertengahan Juli ini dapat mendorong tren belanja masyarakat dan mendorong perputaran ekonomi di daerah.
Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah menyatakan, peringatan satu dekade organisasi menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara sektor perdagangan dan pariwisata.
Baca juga: Marak Demo, Peritel Minta Pemerintah Jamin Keamanan di Pusat Perbelanjaan
Organisasi ini awalnya dibentuk sebagai wadah bagi tenant atau penyewa pusat perbelanjaan dan kini berkembang menjadi bagian penting dalam ekosistem perdagangan nasional.
"Kami menginisiasi Indonesia Retail and Tenant. Kami lebih sifatnya tenant yang ada di pusat belanja. Dan ternyata berkembang di dalam 10 tahun ini kami juga sudah akan membuka Belanja di Indonesia Saja atau BINA untuk mendukung wisata belanja dan juga perdagangan dalam negeri," ucap Budihardjo.
Menurutnya, sinergi antara pelaku ritel, pengelola pusat perbelanjaan dan pemerintah menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem yang kuat guna mendukung target Indonesia Emas 2045.