APPBI Tahan Kenaikan Harga Sewa Mal Gara-gara Daya Beli Melemah
Pengelola pusat perbelanjaan menahan kenaikan harga sewa tenant karena pertimbangan melemahnya daya beli masyarakat.
Penulis:
Lita Febriani
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Pengelola pusat perbelanjaan menahan kenaikan harga sewa tenant karena pertimbangan melemahnya daya beli masyarakat.
- Menurut dia, menaikkan harga sewa bukan pilihan utama di tengah kondisi daya beli masyarakat yang masih tertekan.
- Apabila penyesuaian harga sewa terpaksa dilakukan, nilainya maksimal 5-10 persen.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengelola pusat perbelanjaan menahan kenaikan harga sewa tenant meski menghadapi tekanan biaya operasional yang terus meningkat karena pertimbangan melemahnya daya beli.
Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyatakan, pengelola mal menempuh strategi promosi untuk mendorong trafik pengunjung melalui program belanja nasional dan daerah.
Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan, pengelola mal saat ini tertekan oleh lonjakan biaya operasional yang salah satunya berasal dari kenaikan pajak daerah.
"Beberapa pemerintah daerah karena dana alokasi daerahnya dikurangi, mereka juga mencari pendapatan tambahan dengan cara menaikkan pajak-pajak. Jadi ini yang kami alami di beberapa daerah, sehingga biaya operasional menjadi naik," kata Alphonzus ditemui usai acara HIPPINDO 10th Anniversary dan pembukaan BINA Holiday & Back to School 2026 di Jakarta, Senin (8/6/2026).
Menurut dia, menaikkan harga sewa bukan pilihan utama di tengah kondisi daya beli masyarakat yang masih tertekan. "Menaikkan harga itu adalah langkah terakhir. Di tengah situasi daya beli masyarakat yang sedang mengalami tekanan, menaikkan harga saya kira itu menjadi opsi terakhir," ujarnya.
Baca juga: Okupansi Mal Masih Stabil di Tengah Pelemahan Rupiah dan Lonjakan Biaya Energi
Program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Holiday & Back to School 2026 akan berlangsung hingga pertengahan Juli untuk memacu penjualan. APPBI juga menyiapkan sejumlah agenda belanja lainnya.
Dalam waktu dekat akan diluncurkan Festival Jakarta Great Sale untuk memperingati Hari Ulang Tahun Jakarta sekaligus mendorong transaksi ritel. Di daerah, Solo Raya Great Sale juga tengah dipersiapkan.
Kemudian, di Agustus APPBI akan kembali menggelar Indonesia Shopping Festival dengan hadiah yang diklaim lebih besar dibanding tahun sebelumnya.
Baca juga: Tenant Baru Ramaikan Pusat Perbelanjaan Jakarta, Pasar Kondominium Lesu
Alphonzus berharap tekanan yang dihadapi sektor ritel dan pusat perbelanjaan dapat mereda sebelum triwulan IV 2026 yang merupakan momentum krusial karena bertepatan dengan musim belanja Natal dan Tahun Baru yang menjadi salah satu puncak penjualan ritel nasional.
"Kalau triwulan empatnya meleset, hampir dipastikan nanti kinerja total di 2026 menjadi semakin sulit untuk mencapai target," terangnya.
Ia menambahkan, apabila penyesuaian harga sewa terpaksa dilakukan, nilai kenaikannya maksimal 5-10 persen. "Bukan tidak menaikkan, itu adalah opsi terakhir. Bisa saja nanti terpaksa naik kalau melihat situasi. Biasanya kenaikan itu kurang lebih 5-10 persen," jelas Alphonzus.