Harganya Jatuh, Dasco Ajak Investor Lokal Buyback Saham BCA
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengajak masyarakat membeli saham BCA di pasar modal karena harganya sedang rendah.
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengajak masyarakat membeli saham BCA di pasar modal karena harganya sedang rendah.
- Dasco juga menyampaikan optimismenya nilai tukar rupiah akan terus menguat dalam waktu dekat seiring meningkatnya kepercayaan pasar terhadap pemerintah.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengajak masyarakat membeli saham BCA (PT Bank Central Asia Tbk) di pasar modal karena harganya sedang rendah sehingga menarik untuk dibeli.
"Saat ini kan sahamnya sedang lumayan agak murah ya dibeli aja. Karena dengan termasuk swasta nasional yang strategis," kata Dasco kepada wartawan di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Dasco mengatakan BCA merupakan bank swasta yang memiliki posisi strategis di perbankan Indonesia. "Sepanjang (pembelian saham) itu melalui mekanisme pasar pembeliannya, itu enggak ada masalah menurut saya. Silakan aja dibeli," kata dia.
Menurutnya, kondisi pasar saat ini justru momentum baik untuk aksi buyback maupun pembelian saham untuk investasi jangka panjang.
Tidak hanya berlaku bagi saham BCA, tetapi juga bagi saham-saham lainnya termasuk saham Himbara. Sebelumnya Danantara menyampaikan akan melakukan buyback saham bank-bank Himbara.
Optimistis Rupiah Menguat
Sufmi Dasco juga menyampaikan optimismenya nilai tukar rupiah akan terus menguat dalam waktu dekat seiring meningkatnya kepercayaan pasar terhadap pemerintah.
Dia mengimbau masyarakat yang masih menyimpan dolar AS untuk mempertimbangkan menjualnya.
Baca juga: Pemilik Warung Makan Padang dan Warteg Keluhkan Naiknya Harga Bahan Pokok
"Mungkin bagi teman-teman sekalian yang saat ini menyimpan dolar karena ingin berharap ada kelebihan, sebaiknya dolarnya dilepas. Karena kalau kemudian sudah minggu depan nilai tukar rupiah menguat, kan kasihan kalau simpan-simpan dolar itu. Imbauan saya sih," kata dia.
Optimisme terhadap prospek rupiah ini juga sejalan dengan tren penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
"Saya pikir kerja-kerja pemerintah akan terus dilakukan. Saya juga mendapatkan informasi dari pihak pemerintah bahwa dalam minggu ini dan ke depan ada strategi-strategi khusus yang akan dilakukan pemerintah yang kalau saya sudah dengar dan saya yakini akan membuat nilai tukar rupiah menguat," ujarnya.
Pada Kamis (11/6/2026) pagi, rupiah menguat 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp17.941 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.944 per dolar AS.