Jumhur Hidayat: Dunia Usaha Punya Peran Strategis Mempercepat Ekonomi Sirkular
Penerapan teknologi yang tepat dapat membantu dunia usaha meningkatkan kinerja lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi.
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menegaskan dunia usaha berperan strategis mempercepat ekonomi sirkular melalui penerapan teknologi bersih dan inovasi berkelanjutan
- Menurutnya, limbah harus diubah menjadi sumber daya bernilai ekonomi
- Sejumlah perusahaan tambang pun telah menerapkan program pengelolaan limbah yang menghasilkan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Pemerintah menilai dunia usaha memegang peran strategis dalam mempercepat penerapan ekonomi sirkular di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi bersih dan inovasi yang berkelanjutan.
Menteri Lingkungan Hidup RI, Jumhur Hidayat, mengatakan sektor industri tidak hanya dituntut memenuhi kewajiban lingkungan, tetapi juga menjadi motor penggerak lahirnya berbagai solusi untuk menjawab tantangan pengelolaan limbah dan keberlanjutan sumber daya.
Menurutnya, penerapan teknologi yang tepat dapat membantu dunia usaha meningkatkan kinerja lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi dari material yang sebelumnya dianggap sebagai limbah.
Baca juga: Solusi Darurat Sampah Jakarta, Menteri LH Jumhur Hidayat Bicara Skema Pengolah di Tingkat Kelurahan
“Dunia usaha memiliki peran penting dalam menerapkan teknologi bersih, meningkatkan kepatuhan lingkungan, dan mempercepat ekonomi sirkular,” ujar Jumhur saat membuka International Environment Technology and Innovation Expo and Conference (Indo Envirotech) 2026 di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Ia menegaskan bahwa teknologi harus menjadi bagian dari solusi nyata bagi berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi sektor industri. Karena itu, inovasi yang dikembangkan perlu mampu membantu perusahaan memenuhi kewajiban lingkungannya secara lebih efektif dan berkelanjutan.
“Teknologi harus membantu industri memenuhi kewajiban lingkungannya,” kata Jumhur.
Menurut dia, ekonomi sirkular merupakan pendekatan penting untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.
Melalui konsep tersebut, limbah tidak lagi dipandang sebagai produk akhir yang harus dibuang, melainkan dapat diolah kembali menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.
Jumhur juga menilai berbagai forum seperti Indo Envirotech berperan penting sebagai wadah pertukaran gagasan dan inovasi di bidang lingkungan hidup.
Kegiatan tersebut menghadirkan pameran teknologi, forum diskusi, workshop, coaching clinic, hingga business matching yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat.
“Melalui forum seperti ini, kita dapat melihat bagaimana teknologi dan inovasi mampu menjawab berbagai persoalan nyata lingkungan hidup,” ujarnya.
Sejumlah perusahaan tambang BUMN telah mulai menerapkan prinsip ekonomi sirkular dalam aktivitas operasionalnya.
Berbagai program pengelolaan limbah dikembangkan tidak hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar seperti program Bank Sampah Pintar yang dijalankan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengembangkan Program Bara Agro Sirkular dan PT Freeport Indonesia mengembangkan Pusat Transformasi Bersama (PTB) di Gresik, Jawa Timur