Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
VS
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Utang Luar Negeri Indonesia Naik 1,9 Persen Jadi 439,8 Miliar Dolar AS di April 2026

Utang luar negeri Indonesia mencapai 439,8 miliar dolar AS di April 2026 atau naik 1,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Utang Luar Negeri Indonesia Naik 1,9 Persen Jadi 439,8 Miliar Dolar AS di April 2026
dok. Kompas/Robertus
UTANG LUAR NEGERI RI - Bank Indonesia mencatat, posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai 439,8 miliar dolar AS di April 2026 atau naik 1,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). 
Memuat video…
Ringkasan Berita:
  • Utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai 439,8 miliar dolar AS di April 2026 atau naik 1,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
  • BI menegaskan struktur utang luar negeri RI masih terkendali dengan rasio utang luar negeri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di level 29,6 persen pada April 2026.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai 439,8 miliar dolar AS di April 2026 atau naik 1,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, peningkatan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan utang luar negeri sektor publik, sementara utang luar negeri sektor swasta masih mengalami penurunan.

"Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada April 2026 tetap terjaga. Posisi ULN Indonesia pada April 2026 tercatat sebesar 439,8 miliar dolar AS, atau secara tahunan tumbuh 1,9 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2026 sebesar 1,0 persen (yoy)," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso dikutip Senin (15/6/2026).

BI mencatat posisi utang luar negeri pemerintah pada April 2026 mencapai 216,4 miliar dolar AS atau tumbuh 3,7 persen secara tahunan. Meski terjadi kenaikan, laju pertumbuhannya sedikit lebih rendah dibandingkan Maret 2026 yang tercatat 3,8 persen.

Menurut BI, perlambatan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan pinjaman luar negeri pemerintah yang tidak secepat sebelumnya.

Di sisi lain, investor asing masih mencatatkan pembelian bersih (net inflow) Surat Berharga Negara (SBN). Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia tetap terjaga.

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk mendukung Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (22,0 persen dari total ULN pemerintah), Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (20,5 persen), Jasa Pendidikan (16,2 persen), Konstruksi (11,5 persen) serta Transportasi dan Pergudangan (8,5 persen). 

Baca juga: Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi 7,62 Kuadriliun di Triwulan I 2026 

Rekomendasi Untuk Anda

"Posisi ULN pemerintah tersebut didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,99 persen dari total ULN pemerintah," tegas Ramdan.

Sementara itu, posisi utang luar negeri swasta pada April 2026 tercatat sebesar 193,2 miliar dolar AS. Secara tahunan, angka tersebut masih mengalami kontraksi atau penurunan sebesar 0,7 persen. Namun, penurunan ini lebih kecil dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 1,4 persen.

Menurut BI, kondisi tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan utang luar negeri lembaga keuangan yang masih berlanjut. Adapun sektor swasta dengan utang luar negeri terbesar berasal dari industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta sektor pertambangan dan penggalian.

Keempat sektor tersebut menyumbang sekitar 79,6 persen dari total utang luar negeri swasta. Sebagian besar utang luar negeri swasta juga merupakan utang jangka panjang dengan porsi mencapai 75,8 persen.

Baca juga: Utang Luar Negeri Indonesia Melonjak Jadi 431,7 Miliar Dolar AS, Ini Rinciannya

Bank Indonesia menegaskan struktur utang luar negeri Indonesia masih berada pada level yang sehat dan terkendali. Hal itu terlihat dari rasio utang luar negeri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tetap stabil di level 29,6 persen pada April 2026.

Selain itu, sekitar 84,5 persen dari total utang luar negeri Indonesia merupakan utang jangka panjang yang dinilai lebih aman dibandingkan utang jangka pendek.

 "Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN," tutur Ramdan.

"Indonesia akan terus mengoptimalkan peran ULN untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian," sambungnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas