Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Jokowi Minta Alat Repid Test Virus Corona Segera Didatangkan

Selain itu, alat lainnya adalah ventilator untuk penanganan pasien yang terjangkit virus corona.

Jokowi Minta Alat Repid Test Virus Corona Segera Didatangkan
Tangkap layar akun YouTube Presiden Joko Widodo
Apa itu Social Distancing? Jokowi Unggah Video Soal Sosial Distancing, Perhatikan Berikut Ini.(Tangkap layar akun YouTube Presiden Joko Widodo) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta alat uji cepat atau rapid test virus corona (Covid-19) untuk segera didatangkan ke Indonesia.

Selain itu, alat lainnya adalah ventilator untuk penanganan pasien yang terjangkit virus corona.

Hal itu disampaikan Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo melalui sambungan video streaming, Kamis (19/3/2020).

"Penekanan Presiden adalah memastikan barang dan peralatan yang dibutuhkan untuk medis segera didatangkan dan disiapkan baik dari luar negeri maupun dari lokal, seperti rapid test, APD, reagen, ventilator dan juga masker serta hand sanitizer juga cairan disinfektan," kata Doni.

Doni menyebut, alat rapid test virus corona memang belum ada di Tanah Air.

Nantinya, Tim Gugus Tugas segera meminta izin kepada Bea Cukai, Kementerian Perdagangan, hingga BPOM untuk mempermudah mendatangkan alat itu ke Indonesia.

Baca: 25 Orang Meninggal Akibat Virus Corona di Indonesia

Baca: Kondisi Mantan Presiden Real Madrid, Lorenzo Sanz Kian Memburuk Akibat Virus Corona

Baca: Kepala Medis Fiorentina Positif Covid-19, Dibawa ke Rumah Sakit Karena Kesulitan Bernafas

"Sementara alat rapid test ini belum tersedia di tanah air. Sehingga kita harus mendatangkan dari beberapa negara. Sebagaimana pengalaman yang sudah dilakukan sejumlah negara, baik itu RRT kemudian juga Korea Selatan, juga Jepang," ucap Doni.

"Sehingga kita mungkin nanti akan meminta izin kepada Bea Cukai, Kementerian Perdagangan, dan juga BPOM, untuk mempermudah akses. Sebagaimana UU no 24 tahun 2007, BNPB mendapatkan kemudahan akses. Sebagaimana yang tertuang dalam pasal 50," sambungnya.

Selain itu, Doni menyampaikan, Presiden meminta agar masyarakat mampu memahami protokol kesehatan yang telah dibuat guna menangkal penyebaran virus corona.

Kepala Negara juga meminta agar layanan kesehatan terus dioptimalkan seperti penambahan rumah sakit milik pemerintah hingga meningkatkan kualitasnya.

"Pelayanan kesehatan untuk dioptimalkan, disiapkan semaksimal mungkin apabila perkembangan semakin kurang bagus. Seperti contohnya memperbanyak rumah sakit pemerintah, termasuk meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk juga rumah sakit TNI dan polri yang sudah mendapat rekomendasi dari Kemenkes dan juga RS BUMN," jelas Doni.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas