Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

10 Persen Pasien Sembuh Covid-19 di China Positif Lagi, Dokter Wuhan: Tidak Menulari yang Lainnya

Sekitar tiga sampai sepuluh persen pasien yang telah sembuh dari Covid-19 di Wuhan dinyatakan positif lagi, setelah dipulangkan dari rumah sakit.

10 Persen Pasien Sembuh Covid-19 di China Positif Lagi, Dokter Wuhan: Tidak Menulari yang Lainnya
AFP/HECTOR RETAMAL
ILUSTRASI - Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan. 

Dia mengatakan tidak ada bukti bahwa pasien yang sembuh dan dites positif lagi akan menularkan ke orang lain.

"Sejauh ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa mereka menular," kata Wang.

Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 beraktivitas saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru.
Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 beraktivitas saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru. (AFP/STR/CHINA OUT)

Hal yang sama juga terjadi kepada 15 pasien dari rumah sakit, mereka membawa virus tapi tidak menginfeksi anggota keluarganya.

"Ini hanya sampel kecil dan tidak cukup untuk meyakinkan kami tentang validitas temuan awal kami," kata Wang.

“Kami membutuhkan studi epidemiologi skala besar untuk memandu pekerjaan pengawasan dan pencegahan penyakit kami."

Baca: Belum Selesai Virus Corona, Pria di China Meninggal karena Hantavirus, Disebarkan oleh Hewan Ini

Baca: Deratan Fakta Unik India, Negara Terpadat ke 2 Dunia Setelah China

Kendati demikian, dia menyarankan agar pasien pulih tetap mengisolasi diri selama dua minggu setelah keluar sehingga mereka bisa diuji lagi untuk konfirmasi.

Ahli Penyakit Pernapasan, Tong Chaohui, sepakat bahwa pemantauan lanjutan kepada pasien yang pulih itu wajib.

"Sejauh ini, tidak ada anggota keluarga dekat dari pasien yang pulih ini telah diuji positif," kata Tong.

"Meskipun tes asam nukleat itu positif, pemeriksaan acak menunjukkan bahwa pasien telah mengembangkan antibodi yang efektif dalam melindungi mereka dari asam nukleat virus," tambahnya.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas