Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

10 Persen Pasien Sembuh Covid-19 di China Positif Lagi, Dokter Wuhan: Tidak Menulari yang Lainnya

Sekitar tiga sampai sepuluh persen pasien yang telah sembuh dari Covid-19 di Wuhan dinyatakan positif lagi, setelah dipulangkan dari rumah sakit.

10 Persen Pasien Sembuh Covid-19 di China Positif Lagi, Dokter Wuhan: Tidak Menulari yang Lainnya
AFP/HECTOR RETAMAL
ILUSTRASI - Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan. 

TRIBUNNEWS.COM - Sekitar tiga sampai sepuluh persen pasien yang telah sembuh dari Covid-19 di Wuhan, China dinyatakan positif lagi, setelah dipulangkan dari rumah sakit.

Pernyataan ini diungkapkan sejumlah dokter di Wuhan, pusat episentrum virus corona di China.

Para peneliti masih mendalami apakah pasien pulih yang terjangkit Covid-19 bisa menularkan dan apakah tubuh pasien terbentuk antibodi agar kebal dari penyakit tersebut.

Dokter dari rumah sakit Tongji Wuhan mengatakan dia tidak menemukan kasus pasien sembuh yang positif ini menularkah virus lagi.

Ini berdasarkan penelitian yang dia lakukan kepada anggota keluarga pasien tersebut.

Melansir SCMP, terlepas dari jumlah sampelnya yang relatif kecil, penelitian rumah sakit Tongji sangat relevan. 

Baca: Lampaui China, 3.434 Orang Meninggal di Spanyol Akibat Corona

Baca: Saat China Lockdown, Perdagangan Satwa Ilegal di Pasar Wuhan Dilakukan Online

Lantaran saat ini kasus Covid-19 di China didominasi pasien sembuh daripada infeksi baru.

Saat ini lebih dari 90 persen pasien corona di China sudah pulih.

Sementara itu sekitar 4.300 sisanya masih menjalani pengobatan di rumah sakit.

Negara ini telah melaporkan setidaknya 81.000 kasus dan lebih dari 3.200 kematian.

Kini China menghadapi tantangan baru yakni masuknya kasus impor dari warga yang pulang dari luar negeri.

Presiden Rumah Sakit Tongji Wang Wei mengatakan bahwa dari 147 pasien yang pulih, hanya lima atau hanya lebih dari 3 persen yang dinyatakan positif.

Ini merujuk pada hasil penelitian mereka dengan mengetes pasien pulih dengan asam nukleat.

Sebelumnya muncul kasus dimana sebuah keluarga yang telah pulih dari virus corona, tiga-tiganya dinyatakan positif lagi.

Insiden ini lantas memunculkan pertanyaan terkait kevalidan tes.

Apakah tes asam nukleat mungkin tidak dapat diandalkan untuk mendeteksi jejak virus pada sejumlah pasien yang sembuh.

Ini juga dialami sejumlah ahli yang prihatin dengan sensitivitas dan stabilitas alat tes serta pengumpulan dan penanganan sampel pasien.

Hasil penelitian Wang lainnya mengatakan ada lima pasien di rumah sakitnya yang sembuh dan menunjukkan hasil tes positif.

Namun mereka tidak memiliki gejala sakit apapun.

Bahkan semua anggota keluarganya juga tidak terjangkit virus ini.

Dia mengatakan tidak ada bukti bahwa pasien yang sembuh dan dites positif lagi akan menularkan ke orang lain.

"Sejauh ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa mereka menular," kata Wang.

Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 beraktivitas saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru.
Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 beraktivitas saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru. (AFP/STR/CHINA OUT)

Hal yang sama juga terjadi kepada 15 pasien dari rumah sakit, mereka membawa virus tapi tidak menginfeksi anggota keluarganya.

"Ini hanya sampel kecil dan tidak cukup untuk meyakinkan kami tentang validitas temuan awal kami," kata Wang.

“Kami membutuhkan studi epidemiologi skala besar untuk memandu pekerjaan pengawasan dan pencegahan penyakit kami."

Baca: Belum Selesai Virus Corona, Pria di China Meninggal karena Hantavirus, Disebarkan oleh Hewan Ini

Baca: Deratan Fakta Unik India, Negara Terpadat ke 2 Dunia Setelah China

Kendati demikian, dia menyarankan agar pasien pulih tetap mengisolasi diri selama dua minggu setelah keluar sehingga mereka bisa diuji lagi untuk konfirmasi.

Ahli Penyakit Pernapasan, Tong Chaohui, sepakat bahwa pemantauan lanjutan kepada pasien yang pulih itu wajib.

"Sejauh ini, tidak ada anggota keluarga dekat dari pasien yang pulih ini telah diuji positif," kata Tong.

"Meskipun tes asam nukleat itu positif, pemeriksaan acak menunjukkan bahwa pasien telah mengembangkan antibodi yang efektif dalam melindungi mereka dari asam nukleat virus," tambahnya.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas