Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Seorang Wanita Meninggal Sepulang dari Denpasar, Suhu Tubuhnya 37,2 Derajat, Demam dan Batuk-batuk

Seorang wanita berusia 27 tahun menghembuskan napas terakhirnya di RS Pratama Tangguwisia Seririt, Senin (30/3/2020) malam kemarin.

Seorang Wanita Meninggal Sepulang dari Denpasar, Suhu Tubuhnya 37,2 Derajat, Demam dan Batuk-batuk
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Virus Corona 

Selang beberapa hari istirahat di rumah, nyatanya kondisi wanita itu tak kunjung membaik.

Baca: Peringatan Dini dari BMKG untuk Besok 1 April 2020: Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Jabar

Baca: Andrea Dian Tetap Semangat Olahraga selagi Dikarantina di Wisma Atlet, demi Jaga Imunitas Tubuh

Pihak keluarga akhirnya kembali membawanya ke RS Pratama Tangguwisia Seririt pada Senin (30/3/2020) malam.

"Saat dilarikan ke rumah sakit untuk kedua kalinya, kondisinya sudah sangat menurun, dan tidak sadarkan diri. Tidak lama pasien tiba di rumah sakit, langsung meninggal dunia. Jadi tidak sampai ada rekomendasi untuk merujuk ke RSUD, pasien sudah meninggal," ucap Suyasa.

Selama pasien berada di rumah sakit, Suyasa mengakui jika dokter yang menanganinya menggunakan alat pelindung diri (APD).

Bahkan, setelah pasien meninggal, pihak rumah sakit langsung menjalankan protap penanganan pasien covid 19.

Dimana, jenazah wanita itu langsung dibawa ke setra desa tempat asalnya, menggunakan mobil ambulans, dan langsung dikuburkan.

Sopir yang mengantarkan jenazah itu juga mengenakan APD.

Baca: Program Latihan Online Berakhir, Skuat Arema FC Diminta Tim Pelatih Lakukan Hal Ini

Baca: Lewat Kebijakan PSBB, Jokowi Berharap Pemerintah Daerah Miliki Aturan main yang Sama Tangani Corona

Proses penguburan juga disaksikan oleh pihak keluarga, aparat desa, kepolisian, koramil, dan anggota gugus covid dari kecamatan dan kabupaten.

Sayangnya, hingga saat ini Suyasa belum bisa memastikan apakah wanita itu benar meninggal dunia karena terinfeksi virus corona atau tidak.

Sebab, pihak rumah sakit tidak melakukan pemeriksaan swab, dengan dalih pasien meninggal dengan sangat cepat.

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Bali
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas