Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

UPDATE Corona di Dunia 2 April 2020: Kasus Positif 953.016, Kematian 48 Ribu Lebih

Jumlah kasus Corona di dunia kini mencapai 953.016 kasus dengan kematian sebanyak 48.487. Amerika menjadi negara dengan kasus terbanyak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Daryono
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in UPDATE Corona di Dunia 2 April 2020: Kasus Positif 953.016, Kematian 48 Ribu Lebih
AFP/JOSEP LAGO
Anggota Unit Kedaruratan Militer (UME) melakukan desinfeksi umum di kamar mayat fasilitas perawatan tambahan Sant Antoni di Barcelona. Spanyol. Jum'at (27 Maret 2020). Korban tewas di Spanyol melonjak lebih dari 4.800 hari ini setelah 769 orang meninggal dalam 24 jam, dalam angka rekor satu hari untuk kematian, kata pemerintah. Spanyol memiliki angka kematian tertinggi kedua di dunia setelah Italia, dan sejauh ini menderita 4.858 kematian, sementara jumlah kasus melonjak menjadi 64.059. (AFP/Josep LAGO) *** Local Caption *** Spanyol Terjunkan Pasukan Unit Kedaruratan Militer (UME) Hadapi COVID-19 

TRIBUNNEWS.COM - Update virus Corona dunia, jumlah kasus positif Covid-19 kini mencapai 953.016 kasus.

Berdasarkan data worldometers.info yang dilihat Tribunnews.com Kamis (2/4/2020) pukul 19.03 WIB, dari 953.016 kasus itu, terdapat jumlah kematian sebanyak 48.487.

Adapun pasien yang berhasil sembuh sebanyak 202.888.

Dari jumlah total kasus, terdapat 701.641 kasus yang masih aktif.

Data itu merupakan data total dari 203 negara dan wilayah serta dua kapal pesiar.

Baca: WHO: Jumlah Kasus Virus Corona Bisa Capai 1 Juta Selama Beberapa Hari Kedepan

Saat ini, Amerika menjadi negara dengan kasus terbesar yakni 215.357 kasus.

Pekerja menggunakan APD di pusat pengujian virus corona drive-through pertama di negara bagian New York Amerika pada 13 Maret 2020.
Pekerja menggunakan APD di pusat pengujian virus corona drive-through pertama di negara bagian New York Amerika pada 13 Maret 2020. (Timothy A. Clary/AFP)

Jumlah kematian di AS sebanyak 5.113 dengan pasien sembuh sebanyak 8.878.

Rekomendasi Untuk Anda

Di urutan kedua ada Italia, disusul Spanyol, China dan Jerman.

Selengkapnya sebaran virus Corona secara live bisa anda akses di tautan ini: LINK

Data di Indonesia

Di Indonesia, kasus Corona kini menjadi 1.790 kasus dengan 170 kasus kematian dan 112 pasien sembuh.

Data ini merupakan data terakhir per Kamis sore pukul 15.30 WIB atau tepat sebulan sejak kasus positif Corona diumumkan pada 2 Maret 2020 lalu oleh Presiden Jokowi. 

Provinsi DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan kasus Corona terbanyak mencapai 897 kasus.

Selengaknya sebaran Corona di Indonesia bisa anda akses di laman covid19.go.id

Gejala Virus Corona: Demak dan Batuk

Virus Corona adalah virus yang menyerang paru-paru.

Dikutip dari BBC, gejala dimulai dengan demam diikuti batuk kering.

Batuk ini dapat menyebabkan masalah pada pernapasan.

Batuk ini bersifat terus menerus dalam satu jam.

Dalam waktu 24 jam, biasanya pasien akan mengalami tiga kali periode batuk.

Baca: Pulang ke Bekasi, Pasien Sembuh Corona di Ambon & 14 Rekannya Dikawal Ketat TNI-Polri

Jika anda terkadang batuk, batuk yang diakibatkan oleh virus Corona ini akan terasa lebih buruk.

Menurut para ilmuwan, dibutuhkan rata-rata lima hari untuk munculnya gejala setelah virus menginfeksi.

Namun, sebagian orang mengalami gejala dalam waktu lebih dari lima hari.

WHO menyebut, masa inkubasi virus ini sampai 14 hari.

Dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorkan di Inggris menyatakan menerima adanya laporan anosmia atau hilangnya kemampuan indra pembau.

Di media sosial juga semakin banyak orang yang mengaku kemampuan indera penciuman dan perasanya hilang yang kemudian sebagian besar dari mereka dinyatakan positif Corona.

Namun, sejauh ini belum ada bukti soal gejala hilangnya indera pembau dan perasa ini sebagai gejala Corona.

Gejala hilangnya indera pembau dan perasa lebih sering diakibatkan oleh flu biasa.

Penularan penyakit ini paling cepat terjadi saat orang-orang menunjukkan gejala.

Sebagian pendapat menyatakan penularan terjadi sebelum orang mengami sakit.

Yang Harus Dilakukan saat Menderita Virus Corona

Pasien dengan gejala ringan seperti batuk terus menerus atau suhu tinggai di atas 37,8 harus mengisolasi diri di rumah selama setidaknya tujuh hari.

Demikian saran yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Inggris.

Di Indonesia, orang yang mengelami gejala Corona diminta memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk kemudian mendapat arahan dari dokter.

Cara Pencegahan Corona

Dikutip dari laman resmi Corona milik Pemerintah Pusat, covid19.go.id, cara terbaik mencegah Corona adalah tidak terpapar virus corona.

Kebanyakan orang tertular langsung akibat menghirup percikan batuk atau napas orang sakit.

Orang juga bisa tertular virus karena menyentuh permukaan benda yang tercemar percikan batuk atau napas orang sakit.

Para ahli mengatakan virus corona dapat hidup di permukaan benda selama beberapa jam sampai beberapa hari dan karena itu, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir menjadi sangat penting.

Karena itu, direkomendasikan sejumlah hal yakni:

  • Sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir minimal 20 detik dan ingatkan anak untuk mencuci tangan pakai sabun secara benar. (Gunakan cara mudah mengukur durasi 20 detik, semisal menyanyi lagu Selamat Ulang Tahun 2x)
  • Cuci tangan pakai sabun saat tiba di rumah, tempat kerja atau sekolah, sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan, dan setelah menggunakan toilet.
  • Gunakan cairan pembersih tangan (minimal 60% alkohol) bila sabun dan air mengalir tidak tersedia
  • Tutup mulut dan hidung dengan siku terlipat saat batuk atau bersin atau gunakan tisu, yang langsung dibuang ke tempat sampah tertutup setelah digunakan. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau cairan pembersih tangan.
  • Jaga jarak paling sedikit 1 meter dengan orang. Jangan berada dekat orang yang tidak sehat
  • Hindari menyentuh wajah karena mulut, hidung mata dapat menjadi pintu masuk virus.

(Tribunnews.com/Daryono)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas