Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Penanganan Covid-19, Pemerintah Terima Donasi Lebih dari Rp 72,2 Miliar

Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah menerima donasi lebih dari Rp 72,2 miliar untuk mendukung penanganan Covid-19.

Penanganan Covid-19, Pemerintah Terima Donasi Lebih dari Rp 72,2 Miliar
TRIBUN/HO/BNPB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyampaikan keterangan pers terkait updaet pandemik corona di kantor Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Jakarta, Sabtu (28/3/2020). Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat hingga Sabtu, 28 Maret 2020, total positif COVID-19 di Indonesia sebanyak 1.155 kasus, sementara 59 orang sembuh dan 102 meninggal dunia. TRIBUNNEWS/HO/BNPB 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah menerima donasi lebih dari Rp 72,2 miliar untuk mendukung penanganan Covid-19 yang berasal dari berbagai pihak.

Bantuan yang merupakan hibah dalam negeri tersebut diterima melalui dua jenis rekening, yakni rekening bank dan rekening relawan.

"Donasi kita, patut disyukuri bahwa pada hari ini sudah mencapai lebih dari Rp 72,2 miliar," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto dalam konferensi pers yang diadakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (2/4/2020).

Selain bantuan dana hibah dalam negeri, Pemerintah juga mengapresiasi relawan yang tergabung untuk penanganan Covid-19.

Relawan kesehatan yang berada di daerah telah membantu penyelidikan epidemiologi dengan melakukan kegiatan pelacakan kasus Covid-19 dan telah berhasil mengumpulkan lebih dari 7193 spesimen.

Spesimen ini akan diperiksa untuk mengetahui positif atau negatif Covid-19.

Baca: 2 Faktor yang Bisa Pengaruhi Tingkat Kesembuhan Pasien Corona, Apa Saja?

Baca: Kapolsek Kembangan Dicopot dari Jabatannya Gegara Nekat Gelar Resepsi Mewah di Tengah Wabah Corona

Kegiatan untuk mencari dan menemukan kasus positif Covid-19 di tengah masyarakat harus tetap dilakukan.

Karena dengan menemukan kasus positif di masyarakat maka upaya isolasi dan karantina bisa segera dilakukan agar tidak terjadi penularan penyakit kepada orang lain.

Dalam hal ini, Pemerintah kembali menekankan pentingnya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 yang mana masyarakat harus secara konsisten disiplin menjaga jarak aman antara dua meter dalam berkomunikasi sosial agar tidak terjadi penularan secara langsung dari orang yang positif kepada orang lain yang rentan.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap menghindari kegiatan-kegiatan yang penuh sesak dan yang sifatnya berkumpul, atau menghindari kerumunan.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan penularan Covid-19 yang tak kalah pentingnya, masyarakat juga harus membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan menggunakan sabun pada air yang mengalir setidak-tidaknya 20 detik, dan diam di rumah.

"Lebih aman berada di rumah. Oleh karena itu, tetaplah berada di rumah. Bekerja lah dari rumah. Kemudian, belajar lah dari rumah dan beribadah lah di rumah," pesan Yurianto.

Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas