Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Trump Ingatkan Warga AS, Bersiap Hadapi Pekan Terberat Pandemi Corona

residen Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan warga AS untuk bersiap menghadapi pekan terberat dalam menghadapi virus corona atau covid-19.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Trump Ingatkan Warga AS, Bersiap Hadapi Pekan Terberat Pandemi Corona
https://twitter.com/realDonaldTrump
Presiden Donald Trump (Twitter.com/realDonaldTrump) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan warga AS untuk bersiap menghadapi pekan terberat dalam menghadapi virus corona atau covid-19.

Ia mengatakan, pekan depan negara Paman Sam akan mengalami lonjakan kasus kematian signifikan sampai 60ribu kasus.

"Ini mungkin minggu yang paling sulit," katanya di Gedung Putih.

"Akan ada banyak kematian," lanjut Trump seperti dikutip dari AFP, Minggu (5/4/2020).

Saat ini Amerika Serikat menduduki peringkat pertama kasus positif corona terbanyak di dunia yakni lebih 300ribu kasus positif dengan 8ribu kasus kematian.

Meski demikian, Trump bersikukuh untuk tidak melakukan penutupan menyeluruh di negaranya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Amerika Serikat kini memasuki 'masa yang akan sangat berat' yakni deretan angka buruk kasus covid-19. AS tetap tidak bisa ditutup. Mitigasi berhasil tetapi sekali lagi, kita tidak akan menghancurkan negara kita (dengan menutup negara)," ujarnya.

Baca: Mulai Senin 6 April 2020, Penumpang Transjakarta-MRT-LRT Wajib Pakai Masker untuk Cegah Virus Corona

Baca: Benarkah Cuaca Panas Bisa Mematikan Virus Corona? Ini Hasil Kajian BMKG dan UGM

Baca: Ombudsman Jakarta Raya Dukung Langkah Anies Ajukan Permohonan Status PSBB ke Kemenkes

Laporan di hari sebelumnya atau Sabtu (4/4), AS mencatat rekor kasus kematian tertinggi dalam 24 jam yakni 1.480 kasus terjadi rentang waktu Kamis hingga Jumat.

Koordinator respons coronavirus Gedung Putih Deborah Birx memprediksi kasus kematian di negaranya akan mencapai 100ribu hingga 240ribu kematian.

"Belum ada vaksinnya. Hanya perilaku masyarakat yang selalu bersih dan sehat yang membantu menekan penyebaran virus corona di hari-hari ke depan," ujar Birx.

sumber :AFP

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas