Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Kementerian Agama Terbitkan Panduan Pembayaran Zakat di Tengah Pandemi Corona

Menjelang ramadan, Kementerian Agama mengeluarkan panduan terkait pengumpulan zakat fitrah atau zakat, infak, dan shadaqah (ZIS), Senin (6/4/2020).

Kementerian Agama Terbitkan Panduan Pembayaran Zakat di Tengah Pandemi Corona
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi: Warga membayar zakat fitrah kepada Badan Amil Zakat (BAZ) DKM Al-Husna di Masjid Al-Husna, Jalan Sayuran, Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Senin (3/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjelang ramadan, Kementerian Agama mengeluarkan panduan terkait pengumpulan zakat fitrah atau zakat, infak, dan shadaqah (ZIS), Senin (6/4/2020).

Panduan tersebut diterbitkan dalam rangka menyikapi pandemi corona atau Covid-19 di Indonesia.

Menteri Agama Fachrul Razi berharap umat muslim segera dapat membayar zakat mal atau harta sebelum masuk bulan Ramadan.

Dengan begitu, menurutnya zakat bisa secepatnya terdistribusi kepada Mustahik (penerima zakat).

Baca: 4 Tips Kelola Uang THR Supaya Tidak Habis Sia-sia, Mulailah Berinvestasi!

Berikut panduan yang dapat dilakukan organisasi pengumpul zakat, pembayar zakat, serta penerima zakat untuk tetap melaksanakan kewajiban sekaligus menerapkan protokol kesehatan:

1. Bagi organisasi pengelola zakat untuk sebisa mungkin meminimalkan pengumpulan zakat melalui kontak fisik, tatap muka secara langsung dan membuka gerai di tempat keramaian.

Hal itu diganti menjadi sosialisasi pembayaran zakat melalui layanan jemput zakat dan transfer layanan perbankan.

Baca: ICW Sebut Pernyataan Jokowi Soal Narapidana Korupsi Harusnya Jadi Teguran Keras Bagi Yasonna

2. Organisasi Pengelola Zakat berkomunikasi melalui unit pengumpul zakat (UPZ) dan panitia Pengumpul Zakat Fitrah yang berada di lingkungan masjid, musala, dan tempat pengumpulan zakat lainnya yang berada di lingkungan masyarakat untuk menyediakan sarana untuk cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan alat pembersih sekali pakai (tissue) di lingkungan sekitar.

a). Memastikan satuan pada Organisasi Pengelola Zakat, lingkungan masjid, musala dan tempat lainnya untuk melakukan pembersihan ruangan dan lingkungan penerimaan zakat secara rutin, khususnya handel pintu, saklar lampu, komputer, papan tik (keyboard), alat pencatatan, tempat penyimpanan dan fasilitas lain yang sering terpegang oleh tangan. Gunakan petugas yang terampil menjalankan tugas pembersihan dan gunakan bahan pembersih yang sesuai untuk keperluan tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas