Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Polisi Beberkan Contoh Warga Yang Bisa Dijerat Penjara 1 Tahun Terkait Langgar Kekarantinaan

Yusri Yunus mengatakan tidak langsung akan menggunakan pasal pidana untuk menjerat masyarakat yang melanggar terkait kerumunan di tengah wabah virus

Polisi Beberkan Contoh Warga Yang Bisa Dijerat Penjara 1 Tahun Terkait Langgar Kekarantinaan
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Seorang warga berjemur di tengah jalan memanfaatkan jalanan yang bebas kendaraan di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Senin (30/3/2020). Jalan tersebut lengang karena sedang dalam penutupan oleh Satlantas Polrestabes Bandung dan Dinas Perhubungan Kota Bandung dalam rangka mencegah sekaligus mengantisipasi kerumunan orang yang berpotensi terjadinya penyebaran virus corona (Covid-19). TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan tidak langsung akan menggunakan pasal pidana untuk menjerat masyarakat yang melanggar terkait kerumunan di tengah wabah virus corona.

Menurut Yusri, pasal tersebut akan digunakan seandainya warga sudah sebanyak 3 kali mengindahkan imbauan pemerintah terkait status pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Ia akan mengedepankan cara persuasif terlebih dahulu.

"Tapi, jika tiga kali mengindahkan, kita kenakan pasal itu. Dasar bagi yang mengindahkan adalah pasal KUHP dan UU Karantina Kesehatan," kata Yusri kepada awak media, Senin (6/4/2020).

Baca: Studi Buktikan, 1 dari 4 Orang yang Terinfeksi Virus Corona Tidak Memiliki Gejala atau Asimptomatik

Pasal yang dimaksudkan adalah Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan, Pasal 212 KUHP, 216 KUHP, dan 218 KUHP sebagai dasar hukum untuk menindak warga yang mengabaikan imbauan polisi dalam rangka mencegah penyebaran virus corona ini.

Lebih lanjut, dia menegaskan, pembubaran warga yang berkerumun bukan hanya karena adanya penetapan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sebelumnya, polisi telah rutin membubarkan warga yang masih bandel tersebut.

Baca: Masyarakat yang Melawan Aparat dalam Pembatasan Kegiatan Dapat Dipidana

"Kan sebelum PSBB kita sudah jalan (patroli untuk membubarkan warga yang berkerumun, Red)," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengingatkan, warga yang enggan mematuhi peraturan tentang kekarantinaan kesehatan dapat diancam hukuman penjara 1 tahun.

Dia mengatakan, peraturan itu juga termasuk masyarakat yang enggan mematuhi tentang pelarangan keramaian.

"Ancamannya 1 tahun (penjara, Red)," kata Yusri kepada Tribunnews.com, Minggu (5/4/2020).

Yusri menambahkan, aturan tersebut termaktub dalam pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 yang mengatur sanksi bagi mereka yang tidak taat terhadap karantina wilayah. Selain diancam penjara, pelaku juga bisa didenda maksimal Rp 100 juta.

Namun demikian, ia mengatakan, pelaku yang melanggar tidak akan dilakukan penahanan.

"Tidak ditahan, ancamannya kan di bawah 5 tahun," pungkasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas