Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ganjar Pranowo Berharap Tidak Ada PHK Selama Corona.

Saat wabah Covid-19 alias corona melanda pengusaha diharapkan tidak melakukan PHK. Alangkah baiknya antara pengusaha dan pekerja dibicarakan baik-bai

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Content Writer
zoom-in Ganjar Pranowo Berharap Tidak Ada PHK Selama Corona.
Ist
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Berharap Tidak Ada PHK Selama Corona. 

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Saat wabah Covid-19 alias corona melanda pengusaha diharapkan tidak melakukan PHK. Alangkah baiknya antara pengusaha dan pekerja dibicarakan baik-baik secara internal.

"Saya mohon usahakan betul-betul tidak ada PHK. Bicarakan secara internal. Apakah mungkin pengurangan jam kerja, apakah mungkin dari sisi pendapatan yang sekarang lagi drop itu bisa dipakai menjadi satu aturan baru bagaimana kemudian pola penggajian dan seberapa besarannya sehingga musyawarah ini bisa menjadi penting untuk sama-sama bisa menjaga dan merasakan kondisi yang sulit ini," ujar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ganjar juga meminta perusahaan-perusahaan leasing untuk menaati aturan tentang kesulitan ekonomi selama pandemi corona. Aturan tentang leasing tersebut merupakan salah satu bentuk insentif pemerintah terkait dampak Covid-19.

"Kami minta perusahaan-perusahaan leasing menaati soal ini. Jangan membikin masyarakat menjadi lebih susah karena semua sudah diatur oleh pemerintah. Kami mohon betul untuk dibantu pelaksanaannya," kata Ganjar.

Sementara itu untuk menangani dampak pandemi Covid-19 di sektor ekonomi lainnya, pemerintah provinsi Jawa Tengah juga sudah bergerak. Di antaranya dengan menyiapkan jaring-jaring pengaman untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) di Jawa Tengah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah jugauga menyiapkan kartu prakerja bagi karyawan yang terkena PHK.

"Terus kemudian yang kena PHK sudah kami siapkan kartu prakerja. Di Jawa Tengah alokasinya cukup banyak dan pendaftarnya masih sedikit. Maka sebentar lagi Dinas Tenaga Kerja akan merespons itu dengan cepat," jelas Ganjar.

Ganjar menambahkan, beberapa perusahaan justru sekarang men-switch produk-produknya, khususnya perusahaan garmen yang beralih memproduksi APD dan masker. Bahkan beberapa di antaranya sudah menyatakan akan menyumbangkan produknya itu.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jadi sebenarnya ini cara-cara yang baik," tutupnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas