Kasus Covid-19 Singapura Tembus Angka 10.141, Lampaui Indonesia, Terbanyak Se-ASEAN
Bahkan kasus yang melonjak di Negeri Singa kini melewati angka 10 ribu kasus.
Penulis: Facundo Chrysnha Pradipha
Editor: Ayu Miftakhul Husna
Bukan sebagai kelompok atau sekeluarga.
Adapun circuit breaker pertama kali diumumkan pada 3 April, awalnya dijadwalkan berakhir 4 Mei.
Langkah-langkah pemutus sirkuit di antaranya sebagian besar tempat kerja ditutup atau diamanatkan untuk telekomunikasi, terkecuali terkait dengan layanan penting.
Sekolah dan institut pendidikan tinggi (IHL) juga pindah ke pembelajaran berbasis rumahan.
PM Lee saat itu menyarankan warga Singapura untuk tinggal di rumah dan mengatakan pertemuan harus dibatasi pada anggota rumah tangga yang sama.
Dia juga mengatakan orang harus pergi keluar untuk melakukan hal-hal penting, seperti pergi membeli makanan, atau bekerja di layanan penting.
Merumahkan pekerja konstruksi asing
Baca: Cerita Dokter dan Keluarganya di Yogyakarta Positif Terinfeksi Corona, Diduga Tertular dari Pasien
Sebanyak 18 asrama pekerja konstruksi asing telah dikarantina untuk mencegah penyebaran lebih jauh antara mereka.
Sebagian dari pekerja asing yang sehat juga dipindahkan sementara waktu untuk tinggal di hotel, apartemen kosong, kamp militer, dan akomodasi terapung.
Kementerian Tenaga Kerja Singapura (MOM) juga mewajibkan seluruh pekerja asing di bidang konstruksi untuk berhenti bekerja dan tinggal di rumah mulai hari ini sampai 4 Mei mendatang.
Selain kasus di asrama, ditemukan juga sejumlah kasus Covid-19 di lokasi konstruksi tempat mereka bekerja.
Total ada 284.000 pekerja konstruksi asing di Singapura yang berperan besar membangun apartemen, hotel, rumah sakit, dan MRT Singapura.
Negeri “Singa” saat ini berada dalam status circuit breaker atau setengah lockdown sejak 7 April.
Rencananya status ini akan berlaku hingga 4 Mei.