Beri Bantuan ke Sopir Taksi, Bamsoet Berharap Pemerintah Potong Harga BBM
Sembako yang diberikan kepada para supir taksi berisi beras premium, mie instan, minyak goreng, teh, susu, kecap, kornet, sabun serta hand sanitizer
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) bersama Gerak BS dan Relawan 4 Pilar memberikan bantuan kemanusiaan kepada kelompok masyarakat yang profesinya ikut terdampak Covid-19.
Kali ini bantuan sembako diberikan kepada para supir taksi berisi beras premium, mie instan, minyak goreng, teh, susu, kecap, kornet, sabun serta hand sanitizer.
Baca: RSD Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Terima 211 ABK Kapal Pesiar Valor dan Freedom
"Uluran tangan dari kita semua akan sangat membantu mereka mengarungi hari-hari di tengah pandemi Covid-19. Minimal, mereka tak perlu khawatir untuk makan sehari-hari," ujar Bamsoet dalam keterangan resminya, Jakarta, Senin (4/5/2020).
Bamsoet berhatap, pemerintah turut membantu dan memperhatikan pengemudi taks dengan pemotongan harga BBM.
Mantan Ketua DPR itu menilai, kehadiran virus Covid-19 turut membuka mata kita semua, karena masih rapuhnya sistem jaminan sosial dan sistem kesehatan nasional.
Menurutnya, memang semua negara dunia tidak siap menghadapi pandemi Covid-19, tapi ada satu hal yang membedakannya, yakni kesigapan aparatur dan lembaga negara.
"Untuk Indonesia, kita patut bersyukur semangat gotong royong Pancasila yang digaungkan para pendiri bangsa, ternyata masih tetap hidup dalam sanubari semua elemen bangsa. Semangat gotong royong itulah yang kini menyelamatkan bangsa Indonesia dari keterpurukan akibat Covid-19," ujar Bamsoet.
Khusus bagi dunia usaha seperti taxi konvensional layaknya Blue Bird, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini meminta managemen bisa kreatif dan adaptif melakukan terobosan.
Jika tak bisa mengandalkan konsumen perkantoran akibat PSBB, managemen bisa mendorong kerjasama dengan berbagai rumah sakit untuk memfasilitasi antar jemput dokter dan tenaga kesehatan.
Baca: Nge-prank Terhadap Transpuan, Youtuber Ferdian Paleka Bisa Dijerat Pasal Penghinaan
"Kerjasama juga bisa dilakukan dengan kantor-kantor yang bergerak di industri kesehatan, telekomunikasi serta industri lainnya yang masih diizinkan beroperasi ditengah PSBB," ujar Bamsoet.
"Di saat pandemi seperti ini, rasanya tak apa-apa mengorbankan marjin keuntungan. Terpenting aktifitas kantor tetap berjalan, para supir taxi tetap mendapatkan pendapatan," sambung Bamsoet.