Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Evaluasi PSBB: Terjadi Perlambatan Penyebaran Covid-19 

Meskipun demikian menurut Doni, presiden meminta agar masyarakat tetap disiplin dalam mengikuti protokol kesehatan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Evaluasi PSBB: Terjadi Perlambatan Penyebaran Covid-19 
Tangkap layar channel YouTube BNPB
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo (Tangkap layar channel YouTube BNPB) 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Doni Monardo mengatakan bahwa terjadi perlambatan penyebaran virus Covid-19 di beberapa provinsi.

Hal itu disampaikan Doni dalam video conference usai rapat evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Senin, (4/4/2020).

"Bahwa telah terjadi perlambatan di beberapa Provinsi terkait dengan status PSBB," kata Doni.

Baca: YLBHI: Masyarakat Khawatir Layanan Kesehatan Tak Mampu Tampung Pasien Covid-19

Meskipun demikian menurut Doni, presiden meminta agar masyarakat tetap disiplin dalam mengikuti protokol kesehatan.

Perlambatan penyebaran Covid-19 tidak membuat masyarakat menjadi kendor. 

"Kita tetap harus patuh terhadap protokol kesehatan baik itu physical distancing, social distancing, cuci tangan, pakai masker, dan segala hal yang berhubungan dengan upaya mencegah kita tidak terpapar Covid-19," kata Doni.

Baca: Gubernur DKI Jakarta: Insya Allah Kita Segera Bebas dari Pandemi Ini

Selain itu menurut Doni, kesadaran masyarakat juga perlu ditingkatkan untuk mengurangi menyentuh mata, hidung, mulut. Tangan harus dipastikan bersih sebelum menyentuh bagian sensitif tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

 "Begitu juga pakai masker, baik di tempat umum maupun juga dalam rumah ketika kita berada bersama keluarga dimana antara anggota keluarga memiliki mobilitas tinggi, sehingga ketika masuk rumah belum tentu yang bersangkutan dalam kondisi steril," pungkasnya.

Untuk diketahui pemerintah telah memeriksa kurang lebih 112.965 spesimen.

Dari jumlah tersebut sebanyak 11.192 dinyatakan positif, meninggal 845, dan dinyatakan sembuh 1876 data per Minggu, (3/4/2020).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas