Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Penyebaran Covid-19 Turun 11 Persen, Tapi Tidak Boleh Lengah

Dengan laju penurunan tersebut menurut Doni bukan berarti masyarakat menjadi lengah.

Penyebaran Covid-19 Turun 11 Persen, Tapi Tidak Boleh Lengah
Dokumentasi
Veri (dua dari kiri) dan Wili (paling kanan) berpose di belakang ambulans sebelum mengantar jenazah pasien positif Corona ke pemakaman. Kisah Sopir Ambulans Pengantar Jenazah Corona, Tak Boleh Peluk Anak hingga Rela Dijauhi Keluarga 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Doni Monardo mengatakan bahwa terjadi penurunan laju penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Penurunan tersebut mencapai 11 persen.  

 "Kasus baru mengalami penurunan sampai 11 persen," kata Doni usai rapat terbatas evaluasi PSBB, Senin, (4/5/2020).

Dengan laju penurunan tersebut menurut Doni bukan berarti masyarakat menjadi lengah.

Baca: UPDATE 4 Mei 2020: 11.587 Pasien Positif Covid-19 dan 1.954 Orang Sembuh di Indonesia

Menurut Jenderal bintang tiga itu, masyarakat harus tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan.

Apalagi menurut Doni ada sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia yang pulang ke tanah air, dan berpotensi menyebarkan virus. Ditambah sejumlah tempat yang menjadi episentrum baru penyebaran Covid-19.

"Karena kehadiran sejumlah PMI yang berpotensi nantinya menjadi bagian dari penularan. Termasuk juga jamaah tabligh, kemudian klaster Gowa, dan beberapa tempat industri yang telah menjadi episentrum, dan pemudik yang lolos dari pemeriksaan aparat hal ini dapat berpotensi meningkatnya kasus kembali," katanya.

Baca: Doni: Selama Belum ada Vaksin, Kita Belum Aman dari Covid-19

Oleh karena itu menurut Doni perlu kerjasama seluruh komponen masyarakat baik pusat dan daerah untuk memutus penyebaran Covid-19

Penangan penyebaran Covid-19 antara pusat dan daerah harus terintegrasi dengan baik. Seperti yang akan dilakukan di Jawa Timur.

"Setiap gugus tugas betul betul  mampu melakukan upaya pencegahan, deteksi, dan penanganan terhadap masyarakat yang telah terlanjur sakit. Presiden perintahkan Gugus tugas untuk membantu sejumlah kasus di Jatim sehingga penanganan terkelola dengan baik sebagaimana di wilayah Jabodetabek," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas