Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

KTT Gerakan Non-Blok Sepakati Pembentukan Gugus Tugas Covid-19

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengikuti KTT Gerakan Non-Blok secara virtual dari Istana Bogor, Senin (4/5/2020) malam

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
zoom-in KTT Gerakan Non-Blok Sepakati Pembentukan Gugus Tugas Covid-19
Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jokowi mengikuti KTT Gerakan Non-Blok dari Istana Kepresidenan Bogor, Senin (4/5/2020) malam. 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengikuti KTT Gerakan Non-Blok secara virtual dari Istana Bogor, Senin (4/5/2020) malam.

Dalam KTT tersebut Presiden didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

KTT tersebut menghasilkan deklarasi yang isinya antara lain keprihatinan terhadap penyebaran dan dampak Covid-19.

Baca: Jokowi Dalam KTT Gerakan Non-Blok: Saat Ini Musuh Bersama Kita Adalah Covid-19

"Diakui dalam deklarasi tersebut bahwa yang paling terdampak adalah yang paling miskin dan yang paling rentan, yang mengakibatkan kemunduran pembangunan yang sudah dilakukan oleh negara-negara berkembang dan kesulitan pencapaian sustainable development goals," ujar Menlu Retno Marsudi melalui video conference, Selasa (5/5/2020) dini hari.

Dalam deklarasi juga disebutkan bahwa negara negara Non-Blok mendukung WHO dalam penanganan Covid-19.

Baca: Presiden Jokowi Ikuti KTT Gerakan Non-Blok Secara Virtual Bahas Penanganan Covid-19

Deklarasi juga menyambut baik resolusi majelis umum PBB nomor 74/270 terkait solidarity to fight Covid-19 yang salah satu penggagasnnya adalah Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

"Deklarasi juga menekankan pentingnya solidaritas dan kerjasama termasuk dalam memastikan ketersediaan obat dan peralatan medis dan mencegah dampak negatif Covid-19 terhadap ekonomi," kata Retno.

Deklarasi juga menekankan pentingnya pertukaran informasi serta cara implementasi pedoman WHO dalam menghadapi penyebaran Covid-19.

Baca: Inggris Target Kumpulkan Dana 7 Miliar Poundsterling di KTT Respon Global Coronavirus

"Di dalam deklarasi juga disebutkan perlunya mencabut pemberlakuan mekanisme unilateral yang tidak sesuai dengan hukum internasional dan piagam PBB untuk memastikan agar penanganan covid-19 dapat dilakukan secara efektif," katanya.

Terkahir, isi deklarasi juga menyepakati pembentukan Gugus Tugas Gerakan Non-Blok dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

Tugas dari gugus tugas ini adalah menyusun database kebutuhan medis dan kemanusiaan negara GNB untuk selanjutnya disampaikan ke negara dan organisasi donor.

"Jadi KTT ini bukan hanya menghasilkan pernyataan politik, tapi juga menghasilkan suatu gagasan yang konkrit yaitu pembentukan gugus tugas gerakan Non-Blok tadi," katanya.

KTT GNB sendiri diikuti oleh 39 Kepala negara/Kepala Pemerintahan negara yang tergabung dalam Gerakan Non-Blok.

Selain itu, KTT juga diikuti oleh Presiden Sidang Umum PBB ke-74 Tijjani Muhammed Bande, Dirjen WHO Tedros Adhanom, dan Ketua Komisi Uni Afrika Mousa Faki Mahamat.

Jokowi ajak perangi Covid-19

Presiden Joko Widodo mengajak para kepala negara dan kepala pemerintahan negara Gerakan Non-Blok (GNB) untuk bersatu melawan Covid-19.

Hal tersebut ia sampaikan saat mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Gerakan Non-Blok (GNB) secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Senin (4/5/2020) malam.

"59 tahun lalu GNB didirikan untuk melawan 'musuh bersama' imperialisme dan neokolonalisme. Saat ini 'musuh bersama' kita adalah Covid-19,” ucap Presiden Jokowi dalam KTT yang diselenggarakan khusus dalam rangka penanganan Covid-19 di negara-negara anggota GNB dikutip dari Sekretariat Presiden.

Menurut Presiden, pandemi ini masih jauh dari usai.

Baca: Ketika Ibu Pedagang Warteg Baru Terima Bantuan Dari Presiden: Saya Tak Apa Berbagi Sama Tetangga

Karena itu Jokowi mengajak negara-negara GNB untuk bergerak cepat, cermat, dan strategis.

Presiden juga menyampaikan tiga hal penting yang perlu diprioritaskan negara GNB.

“Pertama, perkuat solidaritas politik antar kita, karena hanya dengan bekerja sama, kita dapat memenangkan peperangan ini,” ujar Presiden.

Baca: 80.192 Warga DKI Jakarta Telah Ikut Rapid Test Corona, Hasilnya 77.136 Orang Dinyatakan Negatif

Dalam KTT virtual yang diselenggarakan bertepatan dengan momentum Peringatan 65 Tahun Dasasila Bandung dan Perayaan 60 Tahun berdirinya GNB tersebut, Presiden juga mengajak negara anggota GNB untuk fokuskan energi dan waktu sepenuhnya untuk menghadapi tantangan Covid-19 ini.

“Kedua, terjemahkan solidaritas politik ini jadi kerja sama yang konkret. Kita harus berjuang untuk mendapatkan akses yang berkeadilan dan tepat waktu terhadap obat-obatan dan vaksin Covid-19 degan harga yang terjangkau,” kata Presiden.

Baca: Jumlah Wisman Januari hingga Maret Anjlok 30,62 Gara-gara Corona

Lebih lanjut, Presiden juga menekankan agar rezim paten dan hak kekayaan intelektual terkait obat dan vaksin dapat diterapkan secara fleksibel demi kemanusiaan.

Selain itu, Presiden juga mengajak untuk perkuat kerja sama dalam pemulihan rantai pasokan global untuk perdagangan produk kesehatan dan kebutuhan pangan.

“Ketiga, penguatan kemitraan global bagi negara berkembang. Kita perlu suarakan dan perjuangkan komitmen bantuan pembangunan dan kemanusiaan, keringanan utang, maupun kewajiban pembayaran utang dari official creditors dapat dialihkan untuk pembiayaan penanganan Covid-19,” kata Presiden.

Presiden menambahkan, komitmen G-20 untuk penangguhan pembayaran utang bagi negara berpendapatan rendah perlu diimplementasikan.

Di akhir sambutannya, Presiden kembali menegaskan bahwa multilateralisme harus tetap menjadi landasan kerja sama internasional.

“Ke depan, negara berkembang harus berjuang untuk memperbaiki tata kelola kesehatan global agar kita lebih siap menanganani pandemi di masa depan,” ucap Jokowi.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam KTT tersebut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas