Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rakernas PAN

PHK Bisa Jadi Bom Waktu Sosial, PAN Usulkan Pemberian Subsidi Gaji

Kementerian Ketenagakerjaan telah mengumumkan 2,8 juta pekerja telah dirumahkan atau terkena PHK.

PHK Bisa Jadi Bom Waktu Sosial, PAN Usulkan Pemberian Subsidi Gaji
WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
KORBAN PHK - Bertepatan dengan peringatan May Day (Hari Buruh Dunia), puluhan buruh PT KBS melakukan unjuk keprihatinan di halaman perusahaan tempat mereka bekerja di Jalan Halim Perdana Kusuma, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Jumat (1/5/2020). Para buruh mengaku telah di phk sepihak oleh pihak perusahaan dan meminta pemerintah untuk menindak perusahaan tersebut serta memperhatikan nasib mereka yang semakin terpuruk di tengah pandemi Covid-19. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan angkat bicara perihal banyaknya masyarakat yang menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Berdasarkan data sementara, Kementerian Ketenagakerjaan telah mengumumkan 2,8 juta pekerja telah dirumahkan atau terkena PHK.

Zulhas, begitu ia disapa, mengkhawatirkan PHK akan menjadi bom waktu sosial dan juga meningkatkan orang miskin baru.

Baca: Presiden Jokowi : Selamat jalan The Godfather of Broken Heart

"Kita semua sudah paham dampak terburuk dari PHK, yakni meningkatnya orang miskin baru, menjadi bom waktu sosial dan melihat migrasi tenaga kerja ke kampung halaman akhir-akhir ini, niscaya beban pemerintah daerah pun akan naik," ujar Zulhas, dalam Rakernas I PAN yang disiarkan live melalui Youtube, Selasa (5/5/2020).

"Kita juga dihadapkan pada kenyataan bahwa gelombang PHK terkini terjadi baik di sektor formal maupun informal. Padahal sektor informal selama ini turut menjadi penyangga perekonomian nasional," imbuhnya.

PAN kemudian mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan pemberian subsidi gaji (income support) bagi sektor-sektor yang sangat terpukul akibat pandemi Covid-19.

Hal ini dinilainya penting untuk menjaga agar mesin ekonomi nasional tidak berhenti dan mencegah gelombang PHK besar-besaran di masa mendatang.

"Subsidi gaji untuk karyawan ini diberikan kepada perusahaan dengan syarat tidak melakukan PHK terhadap karyawannya," jelas Zulhas.

Mantan Ketua MPR tersebut menegaskan jaring pengaman dalam bentuk sokongan gaji bulanan dengan jumlah dan jangka waktu tertentu akan sangat membantu mereka mempertahankan paling tidak sebagian besar karyawannya.

Baca: Bisa Dibuat Sendiri di Rumah, Simak Daftar Menu Buka Puasa Sederhana Ini

Sementara bagi yang sudah terkena PHK termasuk para pekerja migran, Zulhas mengutarakan negara perlu hadir untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka.

"Kita wajib mencegah terjadinya gelombang PHK yang lebih besar ke depannya dan PAN siap memberikan kontribusi pemikiran yang praktis dan aplikatif agar pekerja kita tetap memiliki mata pencaharian," tegas dia.

Lebih lanjut, Zulhas menginstruksikan segenap pengurus dan kader PAN untuk bekerja ekstra keras dan mendedikasikan dirinya untuk kepentingan masyarakat.

"Khususnya berjuang untuk masyarakat yang tidak dapat memperjuangkan dirinya dan membantu mereka yang kekurangan agar berhak mendapatkan kehidupan yang lebih layak, serta masa depan yang baik. Kita buktikan Matahari tidak pernah ingkar janji," pungkasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas