Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Zulkifli Hasan Minta Pemerintah Hati-hati Melakukan Relaksasi PSBB

Namun di luar DKI Jakarta, mulai terjadi peningkatan kasus Covid-19. Hal inilah yang dimaksud Zulhas harus dipertimbangkan.

Zulkifli Hasan Minta Pemerintah Hati-hati Melakukan Relaksasi PSBB
Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas gabungan memeriksa kendaraan di pos Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jalan Ir H Juanda, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (3/5/2020). Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi diperpanjang. Penerapan PSBB Tangerang Raya diperpanjang mulai 4 Mei sampai 17 Mei 2020. Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan meminta pemerintah tak terburu-buru untuk melakukan relaksasi atau pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Zulhas, begitu ia disapa, meminta agar pemerintah berhati-hati untuk mengambil kebijakan terkait hal tersebut. 

Baca: Cerita Adik Soal Didi Kempot yang Selalu Bawa Inhaler Saat Tampil di Panggung

"Pak Menko Polhukam akan merelaksasi aturan PSBB. Ini kita meminta betul hati-hati," ujar Zulhas, dalam Rakernas I PAN yang disiarkan live melalui Youtube, Selasa (5/5/2020).

Menurutnya pemerintah seharusnya mengambil keputusan bila telah memiliki data yang komprehensif tentang dampak penyebaran Covid-19 secara nasional. 

Dia mencontohkan bahwa kurva kasus Covid-19 di DKI Jakarta mengalami penurunan.

Namun di luar DKI Jakarta, mulai terjadi peningkatan kasus Covid-19. Hal inilah yang dimaksud Zulhas harus dipertimbangkan. 

Baca: Jabat Kapolda Jatim, Sahroni Sebut Irjen Fadil Imran Kerap Ungkap Kasus Besar

"Sebelum kita memiliki data ini, keputusan yang dibuat hanya akan didasarkan asumsi dan estimasi lapangan yang belum lengkap secara akademis," kata dia. 

Zulhas berasumsi vaksin Covid-19 akan ditemukan di awal 2021. Dan di bulan Juli tahun ini, aktivitas sudah dapat berjalan seperti biasa. 

Namun, mantan Ketua MPR tersebut meminta agar semua pihak tetap menerapkan disiplin dan physical distancing selama vaksin belum ditemukan. 

"Walaupun diperkirakan Juli-September ini kita 90 persen sudah bisa bergerak, tetapi disiplin dan physical distancing harus tetap dijaga dengan ketat," tandasnya. 

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas